HARIAN BANTEN – Gelombang protes mengguncang Gedung DPRD Lebak saat ratusan massa turun ke jalan, menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari pemimpin daerah mereka. Konflik internal yang mencuat ke publik memicu kemarahan warga.
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Rakyat Menggugat Lebak berlangsung di depan Kantor DPRD Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu (8/4/2026). Massa menyoroti konflik antara Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah yang dinilai mencoreng citra daerah. Koordinator lapangan aksi, Ade Surnaga, menegaskan bahwa kegaduhan tersebut harus segera disikapi secara terbuka oleh kedua pimpinan daerah.
“Kami mendesak Bupati dan wakilnya turun meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang ditimbulkan saat acara halal bihalal kemarin,” kata korlap aksi Ade Surnaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ade, konflik yang terjadi tidak hanya berdampak pada hubungan internal pemerintahan, tetapi juga merugikan masyarakat luas karena menurunkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan daerah.
“Jelas masyarakat juga terkena dampaknya kalau sikap bupatinya saja seperti itu,” ucapnya.
Selain tuntutan permintaan maaf, massa juga membawa sejumlah aspirasi lain terkait pembangunan dan kebijakan daerah. Mereka menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang rusak serta meminta pemerintah mengembalikan pedagang Pasar Semi ke lokasi semula hingga fasilitas dinilai memadai.
“Bangun jalan yang kondisinya rusak di banyak titik, lalu kembalikan pedagang yang kini berada di Pasar Semi ke lokasi semula sampai pemerintah melengkapi semua sarana dan prasarananya,” ujar Ade.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Tak hanya itu, massa juga menagih janji Bupati terkait penindakan terhadap kepala dinas yang melanggar aturan serta percepatan pematangan lahan bagi korban bencana di Lebakgedong.
“Janji itu harus dipenuhi oleh Bupati. Lalu soal pematangan lahan untuk korban bencana alam di Lebakgedong kami minta dimaksimalkan karena masih banyak yang belum tersedia,” tegasnya.
Aliansi juga menyoroti perubahan motto daerah yang dianggap menyimpang dari identitas sebelumnya, bahkan mengancam akan mendesak pengunduran diri Bupati jika tuntutan tidak dipenuhi.
“Dan yang juga penting adalah kembalikan motto Lebak yang sebenarnya yakni Lebak Bertauhid bukan Lebak Ruhay yang merupakan tagline Hasbi saat masa kampanye. Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi lebih baik Bupati mundur saja,” pungkasnya.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat menginginkan kepemimpinan yang solid dan fokus pada kepentingan publik. Konflik internal dinilai bukan hanya persoalan elite, tetapi berdampak langsung pada kepercayaan rakyat.
Sumber Berita: kabar6.com









