Pejabat Dilarang ke Luar Negeri! Ini Instruksi Tegas Presiden Prabowo soal Anggaran

- Pewarta

Kamis, 9 April 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Pemerintah mengambil langkah tegas dalam menekan pengeluaran negara dengan membatasi perjalanan dinas luar negeri bagi pejabat. Kebijakan ini menjadi sorotan karena hanya memperbolehkan perjalanan untuk urusan yang benar-benar mendesak.

Pemerintah resmi memperketat kebijakan efisiensi anggaran dengan membatasi perjalanan dinas luar negeri bagi pejabat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menekan belanja negara yang dianggap tidak prioritas di tengah tekanan ekonomi global. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Perjalanan luar negeri untuk pejabat dihilangkan, kecuali sangat mendesak,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pembatasan perjalanan, pemerintah juga menargetkan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun. Anggaran yang dipangkas akan dialihkan ke sektor yang lebih prioritas. Meski begitu, Purbaya memastikan tetap menghadiri forum International Monetary Fund–World Bank karena dinilai strategis dan telah mendapatkan izin khusus.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa langkah efisiensi ini diambil sebagai respons terhadap dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

“Kalau anggaran terbatas, kita harus mencari alternatif. Jangan hanya terpaku pada kondisi yang ada,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Pemerintah juga menetapkan pemangkasan perjalanan dinas secara signifikan, yakni hingga 50 persen untuk perjalanan dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri. Kebijakan ini turut mendorong penggunaan teknologi digital sebagai pengganti pertemuan tatap muka agar tetap efisien.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengikuti langkah serupa melalui pengurangan perjalanan dinas dan pembatasan jumlah rombongan.

Kebijakan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal di tengah ketidakpastian global. Efisiensi anggaran diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan dana negara digunakan lebih tepat sasaran.

Sumber Berita: tangselpos.id

Berita Terkait

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Berita Terbaru