20 Persen ASN Tangsel Diduga Bolos Saat WFH

- Pewarta

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak melakukan absensi saat menjalankan kebijakan Work From Home (WFH).

 

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tangsel, Wahyudi Laksono mengatakan, temuan itu diketahui setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap sistem absensi ASN Pemkot Tangsel.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Dari hasil evaluasi bulanan, memang masih ada beberapa presensi yang kurang tertib dari masing-masing ASN. Jadi ada yang gak absen,” kata Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Mei 2026.

 

Selain persoalan absensi, BKPSDM juga menemukan adanya ASN yang melakukan perjalanan dinas luar kota di tengah penerapan kebijakan WFH.

 

Menurut Wahyudi, langkah tersebut tidak sesuai dengan aturan yang mewajibkan ASN bekerja dari rumah.

 

“Ada yang lagi WFH tapi dinas luar itu juga ada,” ungkapnya.

 

Wahyudi menjelaskan, perjalanan dinas luar kota sebenarnya masih diperbolehkan, terutama untuk kepentingan pelayanan masyarakat.

 

Namun, jika kebijakan mengharuskan ASN bekerja dari rumah, maka aturan itu seharusnya dipatuhi.

 

“Diperbolehkan untuk urusan yang menyangkut layanan, itu masih bisa, kemudian yang tidak WFH tapi dia WFO itu bisa. Tapi kalau WFH semua diarahkan di rumah,” ungkapnya.

 

Meski begitu, Wahyudi mengaku masih memaklumi pelanggaran tersebut karena kebijakan WFH bagi ASN baru diterapkan sekitar satu bulan.

 

Ke depan, BKPSDM akan melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus menyiapkan sanksi bagi ASN yang melanggar aturan WFH.

 

“Untuk sanksi belum ada, karena kita kan metode baru, baru sebulan. Evaluasi juga baru sekali. Sementara kita perkuat di surat edaran dan himbauan,” tuturnya.

 

“Tapi berikut-berikutnya mungkin kita tidak bisa begini terus, tentu akan ada langkah tegas nantinya dari pemerintah kota,” pungkas Wahyudi.

Berita Terkait

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Berita Terbaru