Belasan WN China Kedapatan Selundupkan 17,55 Kilogram Emas Senilai Rp45,73 Miliar

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – 11 Warga Negara (WN) China dan satu Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap usai kedapatan berupaya menyelundupkan 17,55 kilogram emas senilai Rp45,73 miliar keluar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 

Ke-11 WN China tersebut masing-masing berinisial FH, XWQ, FCT, WW, ZH, ZL, WJ, GJ, ZQ, CG, dan WHL. Sedangkan WNI berinisial LCD.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, pengungkapkan itu merupakan penindakan selama periode April hingga Mei 2026.

 

“Jadi 12 kali penindakan totalnya 17,55 kilogram. Ini ada di depan, kami perlihatkan di sini. Kalau kita nilai kurang lebih sekitar Rp45,73 miliar,” kata Hengky di Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Selasa, 26 Mei 2026.

 

Ia mengungkapkan, emas yang dibawa para penumpang ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari batangan hingga dibuat menyerupai perhiasan.

 

Untuk mengelabui petugas, emas tersebut disembunyikan dengan beragam cara, seperti dimasukkan ke dalam koper hingga dipakai sebagai aksesori.

 

“Emas itu dibentuk seakan-akan perhiasan, ada yang kalung, liontin kalung sekitar 300-400 gram. Itu dipakai sama mereka sebagai kalung,” ungkapnya.

 

Bea Cukai menduga terdapat pola yang terorganisasi dalam upaya tersebut. Dugaan itu muncul karena sejumlah penumpang berada dalam penerbangan yang sama dan menggunakan modus serupa saat membawa emas.

 

Meski demikian, Hengky menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman sehingga belum dapat memastikan keterlibatan masing-masing orang yang diamankan.

 

Saat ini, petugas masih melakukan penelitian kepabeanan dan pengujian laboratorium untuk memastikan kadar emas dari barang yang disita. Selain itu, kemungkinan adanya jaringan internasional juga tengah ditelusuri.

 

“Untuk penumpangnya sendiri, ini sudah kami lakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing pihak serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan jaringan internasional,” kata Hengky.

 

Dari hasil pemeriksaan awal, para penumpang mengaku hanya membawa titipan dari pihak lain.

 

Mereka juga menyampaikan bahwa sempat bertemu dengan seseorang di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), sebelum emas tersebut dititipkan untuk dibawa ke Hong Kong.

 

“Ada beberapa yang mengaku dari PIK ya, maka mereka kami kejar,” tegasnya.

 

Hengky menjelaskan, tindakan mereka masuk dalam kategori pelanggaran administrasi karena tidak melaporkan pembawaan emas kepada Bea Cukai.

 

“Itu diatur dalam PMK 203 Tahun 2017. Ke-12 orang ini tidak memberitahukan ke Bea Cukai, itu pelanggaran pertamanya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Berita Terbaru