HARIANBANTEN.COM – DPD KNPI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) yang baru, H. Mukroni, segera melakukan pembenahan serta merespons berbagai kritik yang selama ini berkembang di kalangan organisasi kepemudaan.
Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Tangsel, Miftahun Najah menegaskan, pergantian pimpinan di Dispora tidak boleh hanya menjadi pergantian jabatan tanpa perubahan pola kerja dan kemitraan dengan organisasi kepemudaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kritik yang disampaikan KNPI merupakan akumulasi kekecewaan sejumlah organisasi kepemudaan yang merasa belum dilibatkan secara optimal dalam pembangunan kepemudaan di Kota Tangsel.
“Jangan sampai yang berubah hanya nama kepala dinasnya, sementara pola lama yang tertutup, minim komunikasi, dan tidak melibatkan organisasi kepemudaan tetap dipertahankan. Pemuda butuh tindakan nyata, bukan sekadar pergantian jabatan,” kata Miftah, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca Juga:
Pria di Pamulang Tewas Kesetrum Listrik di Loteng Rumah, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi
Kondisi Wajah Sudah Rusak, Lansia Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Kawat di Tangerang
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Ia menilai Mukroni perlu segera menunjukkan komitmennya terhadap pemuda dengan menindaklanjuti berbagai masukan yang telah disampaikan KNPI.
Salah satunya yaitu terkait minimnya pelibatan organisasi kepemudaan dalam program Dispora serta tuntutan transparansi pengelolaan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.
Baca Juga:
UNPAM Akui Salah Satu Inisiator BEM Bersatu Adalah Mahasiswanya
DPRD Dorong Pemkot Tangsel Gugat PT Bethania, Dianggap Tak Profesional Kelola Pasar Ciputat
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
“Kalau Kadispora baru memilih diam terhadap kritik yang berkembang, maka publik akan menilai tidak ada yang berubah. Seorang pemimpin tidak boleh alergi kritik dan tidak boleh menjadi pejabat yang kuping tebal. Justru kritik harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja institusi,” ujarnya.
Miftah menegaskan KNPI tidak sedang mencari konflik dengan pemerintah daerah. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada kepentingan pemuda.
Ia juga menyoroti berbagai keluhan yang berkembang terkait tata kelola program kepemudaan dan olahraga yang dinilai belum transparan serta belum memberikan ruang yang cukup bagi organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah.
Baca Juga:
TMGM Rambah Dunia Esports, Berkolaborasi dengan OG Esports sebagai Mitra Global
Wafra Dinobatkan Sebagai World’s Best Islamic Fund Manager 2026
“Jangan sampai Dispora hanya sibuk menjalankan kegiatan administratif, sementara substansi pembangunan kepemudaan diabaikan. Organisasi kepemudaan bukan pelengkap laporan kegiatan dan bukan sekadar objek undangan. Mereka harus dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program,” katanya.
Miftah menilai Kepala Dispora yang baru perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada sekaligus membuka ruang dialog dengan seluruh elemen kepemudaan. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang selama ini dikeluhkan tidak terus berulang.
“Kami mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap Dispora tidak dibangun melalui pencitraan, melainkan melalui transparansi, keberanian melakukan pembenahan, dan kesediaan mendengar kritik. H. Mukroni memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa Dispora benar-benar hadir untuk pemuda, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok birokrasi,” tegasnya.
Ia memastikan KNPI akan terus mengawal kebijakan kepemudaan serta mendorong agar seluruh program yang menggunakan anggaran publik dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
“Pemuda tidak akan diam ketika ruang partisipasi dipersempit. Kami akan terus menyuarakan kritik dan masukan demi memastikan pembangunan kepemudaan di Tangerang Selatan berjalan sesuai harapan masyarakat. Kadispora yang baru harus memilih, menjadi bagian dari solusi atau mempertahankan persoalan yang selama ini dikeluhkan pemuda,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dispora Tangsel, Mukroni mengaku menghargai kritik dari pihak KNPI Tangsel.
Menurutnya KNPI sebagai organisasi pemuda pasti memiliki kritik maupun inovasi untuk perkembangan pemuda.
“Pada prinsipnya kami menghargai teman-teman KNPI yang tentu sebagai pemuda mempunyai pemikiran-pemikiran kritis terhadap berbagai hal,” katanya.
Ia sendiri mengaku baru menjabat sebagai kepala Dispora kurang lebih 60 hari, kendati demikian ia memastikan akan mempelajari seluruh tuntutan maupun kritik KNPI.
“Saya kebetulan baru bertugas selama ya 60 hari ini, sedang mendalami dan mempelajari apa yang menjadi permasalahan-permasalahan urgent yang tentu menjadi PR kami di Dispora untuk bisa melakukan perubahan,” pungkasnya.














