HARIANBANTEN.COM BEM Bersatu menolak dugaan penunggangan politik dalam aksi mahasiswa. Kemunculannya memicu polemik usai berbagai BEM kampus membantah keterlibatan.
Aliansi mahasiswa yang menamakan diri mereka BEM Bersatu menyampaikan kritik terhadap gelombang aksi mahasiswa yang berkembang belakangan ini. Mereka menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intervensi atau penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” kata juru bicara BEM Bersatu Rahmat Djimbula dikutip Antara News, Selasa (16/6/2026).
Salah seorang mahasiswa yang tergabung saat konferensi pers BEM Bersatu Selasa (16/6) kemarin bernama Ahmad yang mengaku adalah perwakilan BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (FTI UBSI) justru dikatakan bukan perwakilan resmi dari BEM FT UBSI.
Baca Juga:
Lupa Matikan Kompor, Rumah Di Pamulang Hangus Terbakar
Sambil Elus Kucing, Gibran Optimistis AI Jadi Kunci Indonesia Emas 2045
Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Dilaporkan ke Polres Tangsel
Dalam unggahan di akun IG @bemftiubsi, pihak BEM mengeluarkan klarifikasi resmi yang menegaskan bahwa organisasi mereka sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan tersebut dan tidak memiliki hubungan dengan pernyataan yang disampaikan dalam forum itu.
BEM FTI UBSI juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah menghadiri konferensi pers dimaksud maupun mengirimkan delegasi atau perwakilan untuk berpartisipasi di dalamnya.
Baca Juga:
Walikota Siap Hadapi Gugatan Perpanjangan Sekda Tangsel di PTUN
Lockton tetapkan Stéphane Lespérance sebagai CEO Divisi Kanada
Techman Robot Bidik Pasar Manufaktur Cerdas Asia Tenggara di Pameran Otomatisasi Thailand
Organisasi juga menegaskan tidak pernah memberikan mandat kepada individu atau kelompok mana pun untuk berbicara atas nama BEM FTI UBSI dalam kegiatan tersebut.
“BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama “Ahmad” sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan terkait,” bunyi salah satu poin klarifikasi resmi BEM FT UBSI.
Klarifikasi BEM Psikologi UNJ
Baca Juga:
Fortune Umumkan Daftar 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Tahun 2026
PKS Siapkan Mustopa Gantikan M Yusuf di Kursi Pimpinan DPRD Tangsel
Klarifikasi juga datang dari BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta. Dalam pernyataan resminya di Instagram, BEM FPsi UNJ menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak mana pun untuk mewakili organisasi ataupun menggunakan nama BEM FPsi UNJ dalam kegiatan yang berkaitan dengan forum tersebut.
Organisasi ini menjelaskan bahwa individu yang disebut hadir dalam konferensi pers merupakan alumni Fakultas Psikologi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ periode 2026.
Oleh karena itu, seluruh tindakan, pernyataan, maupun pandangan yang disampaikan oleh individu tersebut dinyatakan sebagai tanggung jawab pribadi dan tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi organisasi.
Klarifikasi Universitas Nasional
Klarifikasi serupa juga muncul dari lingkungan Universitas Nasional. Dalam pernyataan yang beredar, disebutkan bahwa hingga 16 Juni 2026 Universitas Nasional tidak memiliki organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat universitas (BEM Universitas).
Oleh karena itu, pihak yang mengatasnamakan atau mencantumkan keterlibatan UNAS dalam forum BEM Bersatu dinilai tidak memiliki legitimasi kelembagaan. Pernyataan tersebut bahkan secara khusus mendesak seorang individu bernama Ardi Zulkifly untuk memberikan klarifikasi dan mencabut penyebutan keterlibatan UNAS dalam forum tersebut.
Klarifikasi Aliansi Universitas Pamulang
Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang mengeluarkan pernyataan yang lebih keras atas keterlibatan seorang mahasiswa bernama Alfy yang mengaku sebagai Ketua BEM FEB Unpam.
Mereka mengecam dugaan klaim representasi yang dilakukan oleh pihak tertentu yang mengatasnamakan mahasiswa atau organisasi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang dalam forum BEM Bersatu.
Menurut Aliansi Mahasiswa Unpam, tindakan tersebut telah menimbulkan dampak negatif terhadap citra kampus, mengurangi kepercayaan publik, serta mencederai marwah gerakan mahasiswa.
Karena itu mereka menuntut pihak kampus untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap pihak-pihak yang terlibat, menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku, serta mengeluarkan pernyataan resmi melalui kanal komunikasi kampus guna memulihkan nama baik institusi.












