BPBD Ungkap Seluruh Wilayah Tangsel Masuk Peta Potensi Kekeringan, Setu Paling Rawan

- Pewarta

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan seluruh wilayah kota masuk dalam peta potensi bahaya kekeringan. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana, wilayah yang dipetakan mencapai 16.485,47 hektare, atau setara dengan luas administratif Kota Tangsel.

 

Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, mengatakan pemetaan tersebut merupakan hasil analisis potensi bahaya kekeringan di seluruh kecamatan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Potensi risiko di berbagai kecamatan dan berapa hektarnya itu sudah kita analisis,” kata Essa saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

 

Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana, sebagian besar wilayah Tangsel berada pada kategori bahaya kekeringan rendah dengan luas 16.053,38 hektare. Sementara itu, Kecamatan Setu menjadi satu-satunya wilayah yang memiliki area dengan kategori bahaya sedang, yakni seluas 432,09 hektare. Tidak ada wilayah yang masuk kategori bahaya tinggi.

 

Dokumen tersebut menyebutkan bahwa secara keseluruhan Kota Tangerang Selatan berada pada kelas bahaya kekeringan sedang, yang ditentukan berdasarkan histori kejadian kekeringan serta intensitas curah hujan.

 

“Tingkat potensi bahaya bencana kekeringan di Kota Tangerang Selatan memiliki kelas bahaya kekeringan sedang dengan luas total yang terkena bahaya kekeringan yaitu 16.485,47 hektare,” demikian bunyi dokumen hasil analisis BPBD tahun 2023.

 

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, BPBD telah menyiapkan dua unit mobil tangki air bersih untuk mendistribusikan bantuan kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

 

“Kita ada dua unit yang tersedia. Satu punya Dinas Cipta Karya, lalu kemudian yang kedua punya Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Essa.

 

Menurutnya, pendistribusian air bersih akan dilakukan melalui toren penampungan yang telah disiapkan di wilayah terdampak. Warga dapat mengambil air bersih dengan membawa wadah masing-masing.

 

BPBD juga mengimbau masyarakat segera melapor kepada aparat lingkungan apabila sumber air di rumah mulai mengering agar penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat.

 

“Insyaallah lah kita pasukan sudah siap, kemudian fasilitas juga ada, dan air bersih juga alhamdulillah kita akan dapatkan. Tinggal bagaimana supaya respons lebih cepat,” katanya.

 

Sebelumnya, kekeringan mulai dilaporkan terjadi di RT 02 RW 01 Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu. Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan memperoleh air bersih karena air sumur berubah keruh dan debitnya terus menurun.

 

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, mulai dari memasak, mencuci hingga memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Berita Terkait

Dampak Fenomena El Nino Godzila, Kekeringan di Tangsel Berpotensi Meluas
Harga Minyak Fluktuatif, Pemkot Tangsel Tambah Rp400 Juta Untuk BBM Bus Sekolah
Puluhan Keluarga di Kranggan Tangsel Kekeringan, Aktivitas Warga Terganggu Akibat Krisis Air
Pasrah Dilengserkan Dari Pimpinan DPRD Tangsel, Yusuf PKS: Kewenangan DPP
Usulkan Sri Mulyani Kembali ke Kemenkeu, PKN: Menteri Purbaya Lebih Cocok di Menkop atau Mensos
Siswa Tak Lolos SPMB Dapat Bantuan Rp1,8 Juta di 94 SMP Swasta Tangsel, Ini Daftar Sekolahnya
Yusuf Dilengserkan Dari Pimpinan DPRD Tangsel, Mustopa Kembali Jadi Wakil Ketua
Perpanjangan Jabatan Sekda Digugat ke PTUN, Walikota Tangsel: Engga Masalah, Malah Bagus

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:29 WIB

BPBD Ungkap Seluruh Wilayah Tangsel Masuk Peta Potensi Kekeringan, Setu Paling Rawan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:35 WIB

Dampak Fenomena El Nino Godzila, Kekeringan di Tangsel Berpotensi Meluas

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:39 WIB

Harga Minyak Fluktuatif, Pemkot Tangsel Tambah Rp400 Juta Untuk BBM Bus Sekolah

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:18 WIB

Puluhan Keluarga di Kranggan Tangsel Kekeringan, Aktivitas Warga Terganggu Akibat Krisis Air

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:51 WIB

Usulkan Sri Mulyani Kembali ke Kemenkeu, PKN: Menteri Purbaya Lebih Cocok di Menkop atau Mensos

Berita Terbaru