Harian Banten– Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan pada Kamis malam (29/5/2025) menyebabkan banjir dan genangan di sembilan titik. Peristiwa yang terjadi sejak pukul 19.30 WIB ini mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak, terutama di wilayah Pamulang, Serpong, dan sekitarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Sosial Tangsel sekitar pukul 20.22 WIB, ketinggian air (TMA) di lokasi terdampak berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Total sementara, sedikitnya 241 KK dilaporkan terdampak banjir, dan jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah.
Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Gang Salam, Kelurahan Serpong
TMA 30 cm, 11 KK terdampak. Banjir disebabkan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air. -
Perumahan CPS 2, Kelurahan Muncul
TMA 60 cm, 60 KK terdampak. Penyebab utama adalah curah hujan yang tinggi. -
Perumahan BPI Blok F RW 13, Kelurahan Pamulang Timur
TMA 40 cm. Data jumlah KK terdampak belum tersedia. Air meluap akibat hujan deras dan buruknya saluran drainase. -
Perumahan Roswood RT 04 RW 09, Kelurahan Serua Indah
TMA 50 cm, 70 KK terdampak. Penyebab serupa: hujan intens dan saluran yang tidak mampu menampung air. -
Pamulang Asri 2 RW 09, Kelurahan Serua Indah
TMA 40 cm. Data KK terdampak belum masuk. -
Lembah Pinus RW 24, Kelurahan Pamulang Barat
TMA 50 cm, 100 KK terdampak. Kondisi diperparah dengan luapan drainase kawasan. -
Jalan Musyawarah Al-Barkah RT 04 RW 03, Kelurahan Buaran, Serpong
TMA 50 cm. Belum ada data KK terdampak. Hujan tinggi menjadi faktor utama. -
Puskesmas Rawa Buntu, Kelurahan Rawa Buntu
TMA 40 cm. Aktivitas pelayanan sempat terganggu karena genangan. -
RS Permata Pamulang, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang
TMA 50 cm. Belum ada laporan detail jumlah terdampak, namun area sekitar rumah sakit tergenang.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari BPBD, Dinas PU, dan aparat kelurahan terus melakukan monitoring serta penanganan di lokasi. Warga diimbau tetap waspada, terutama di wilayah rawan genangan dan banjir.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan semakin sering terjadi.








