BRIN Latih TNI, RSUD & BMKG Hadapi Darurat Nuklir di Serpong!

- Pewarta

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HarianBanten – Apa jadinya jika terjadi kebocoran zat radioaktif atau insiden nuklir di sekitar kita? Untuk menjawab tantangan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Japan Atomic Energy Agency (JAEA) menggelar Follow-Up Training Course on Nuclear/Radiological Emergency Preparedness (NREP) pada 19–22 Agustus 2025 di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong.

Pelatihan ini menghadirkan berbagai pihak lintas sektor. Tidak hanya peneliti BRIN, peserta juga berasal dari RSUD Kota Tangerang Selatan, TNI Angkatan Darat, BAPETEN, BMKG, BPBD Kota Tangerang Selatan, hingga pihak swasta PT Trans Dana Profit.

Pelaksana Tugas Direktur Pengembangan Kompetensi BRIN, Rahma Lina, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan nuklir maupun radiologik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penting untuk menyiapkan SDM dan manajemen kesiapsiagaan ketika terjadi kedaruratan yang berhubungan dengan aktivitas zat radioaktif maupun kenukliran,” katanya.

Menurut Rahma, kerja sama dengan JAEA membuka ruang transfer pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring antarinstansi. “Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi wadah pertukaran pengalaman dan kolaborasi nyata dalam menghadapi potensi kedaruratan,” tambahnya.

Tenaga ahli JAEA, Togashi Yoshihiro, mengungkapkan bahwa Indonesia–Jepang sudah menjalin kerja sama pengembangan SDM nuklir sejak 2005. Namun, khusus untuk pelatihan kesiapsiagaan darurat radiologi baru berjalan dua tahun terakhir.

“Melalui pelatihan tatap muka ini, peserta akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, sekaligus bisa berbagi pengalaman langsung dengan pengajar maupun pakar dari Jepang,” ujarnya.

Materi yang diberikan pun cukup lengkap. Titik Sundari, Ketua Tim Pengelolaan Limbah Radioaktif BRIN, menyebut peserta dibekali pemahaman mulai dari regulasi BAPETEN, proteksi radiasi, efek biologi radiasi, pemantauan lingkungan, hingga manajemen kedaruratan.

Tak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi tanggap darurat nuklir. Dalam simulasi itu, mereka berlatih bagaimana merespons secara cepat jika benar-benar terjadi insiden.

“Semoga kejadian darurat tidak pernah terjadi, tetapi kemampuan ini wajib selalu disiapkan,” tegas Titik.

Berita Terkait

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya
Benyamin Putuskan Perpanjang Bambang Noertjahjo Sebagai Sekda Tangsel
Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten
Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel
Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban
Cekcok Keluarga Berujung Geger, Pria di Sengkol Nekat Bongkar Makam Ibu Kandung
24 SMP Negeri di Tangsel Akan Terima 9.976 Siswa Baru pada SPMB 2026
Kabel Melintang di Jalan Ciputat Timur, Ancam Keselamatan Pengemudi 

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:03 WIB

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:26 WIB

Benyamin Putuskan Perpanjang Bambang Noertjahjo Sebagai Sekda Tangsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:58 WIB

Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:34 WIB

Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan,

Info Banten

Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:58 WIB