HarianBanten.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sepanjang Kamis malam (29/5) menyebabkan banjir di 16 titik akibat meluapnya sejumlah sungai yang tak mampu menampung debit air.
Komandan Pleton (Danton) Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Dian Wiriyawan, menjelaskan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat lebat dan berlangsung lama.
“Fokus penanganan kami saat ini ada di dua lokasi utama, yaitu Perumahan Puri Bintaro Indah di Kecamatan Ciputat dan Perumahan Pondok Maharta di Kecamatan Pondok Aren,” ujar Dian saat ditemui HarianBanten.com, Jumat pagi (30/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, di Perumahan Puri Bintaro Indah yang berada di RW 22, ketinggian air masih berkisar antara 40 hingga 110 cm. Sementara di Pondok Maharta, khususnya RW 9 dan RW 10, genangan air juga masih cukup tinggi.
Di Puri Bintaro Indah, sebanyak 250 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Sebagian besar warga memilih bertahan karena rumah mereka bertingkat dua. Namun, warga yang tinggal di rumah satu lantai dievakuasi ke Posyandu setempat yang kini difungsikan sebagai posko darurat.
“BPBD telah menurunkan dua perahu karet beserta tim evakuasi. Kami juga mendistribusikan bantuan logistik berupa sembako, makanan bergizi, serta menyediakan selimut dan matras bagi warga yang membutuhkan,” tambah Dian.
Perumahan Puri Bintaro Indah terletak di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat. Kawasan ini dilintasi aliran Sungai Cibenda, yang berhulu di Danau Situ Pamulang.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang

Heri, salah satu petugas keamanan di perumahan tersebut, mengatakan bahwa titik terdalam banjir mencapai 110 cm, tepatnya di Blok E, Jl. Liverpool.
“Banjir ini kiriman dari Sungai Cibenda yang sudah meluap sejak pukul 5 sore kemarin. Biasanya tidak separah ini, tapi air dari arah Pamulang sudah penuh sejak awal,” ungkap Heri.
Saat ini, Posyandu Puri Bintaro Indah menjadi pusat evakuasi sementara, tempat penyimpanan barang-barang berharga milik warga seperti kendaraan, sekaligus lokasi penyaluran bantuan dari BPBD.








