HARIANBANTEN – Program Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang Selatan mulai menunjukkan perkembangan, namun belum sepenuhnya berjalan optimal. Hingga saat ini, 23 Koperasi Merah Putih telah beroperasi, tetapi baru satu koperasi yang memiliki gerai usaha sendiri.
Kondisi tersebut mencerminkan strategi pemerintah daerah yang lebih menekankan pada pembentukan kelembagaan secara masif, sementara penguatan usaha dan sarana fisik dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing koperasi.
Pemerintah melalui Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjelaskan bahwa status koperasi “beroperasi” berarti telah memiliki badan hukum, kepengurusan aktif, serta mulai menjalankan aktivitas koperasi. Namun, kepemilikan gerai fisik masih menjadi tahap lanjutan yang membutuhkan kesiapan modal dan manajemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu koperasi yang telah memiliki gerai mandiri saat ini dijadikan percontohan, sekaligus evaluasi awal untuk pengembangan koperasi lainnya di tingkat kelurahan.
Pemkot Tangsel menilai keberhasilan koperasi tidak diukur dari jumlah semata. Fokus utama saat ini adalah penguatan sumber daya manusia pengurus, tata kelola koperasi, serta pemetaan potensi usaha lokal agar koperasi dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.
Langkah ini dinilai penting agar koperasi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi warga, bukan sekadar memenuhi target program.
Ke depan, koperasi-koperasi Merah Putih di Tangsel ditargetkan mulai mengembangkan unit usaha, membuka gerai secara mandiri, dan menjadi mitra strategis UMKM lokal. Dengan pembinaan berkelanjutan, koperasi diharapkan mampu memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan.
Meski jumlah koperasi terus bertambah, tantangan terbesar saat ini adalah akselerasi operasional riil di lapangan. Publik menanti sejauh mana koperasi-koperasi tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.






