Dimyati Cari Win-Win Solution Persoalan Sampah Tangsel dan Pandeglang

- Pewarta

Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten-Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol harus diselesaikan secara bijak dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Dimyati menyampaikan, ia akan turun langsung meninjau kondisi lapangan sebelum memutuskan langkah terbaik apakah kerja sama pengelolaan sampah akan dilanjutkan, ditunda, atau dihentikan.

“Prinsipnya jelas, pengelolaan harus profesional, produktif, dan tidak boleh merugikan masyarakat,” tegas Dimyati.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat koordinasi bersama Pemkab Pandeglang dan Pemkot Tangsel, Dimyati menekankan bahwa solusi yang diambil harus berdasarkan prinsip win–win solution. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak boleh menimbulkan kerugian, terlebih bagi masyarakat sekitar TPA Bangkonol.

“Tidak boleh ada pihak yang dirugikan, apalagi masyarakat sekitar. Tentu juga memastikan pengelolaan sampah benar-benar memberi kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Isu ini semakin menarik perhatian publik lantaran Bupati Pandeglang saat ini merupakan adik kandung Dimyati. Meski demikian, Wagub Banten itu menegaskan bahwa urusan sampah lintas daerah harus disikapi secara profesional dengan menomorsatukan kepentingan warga.

Kerja sama pengelolaan sampah Tangsel–Pandeglang belakangan menuai penolakan dari sebagian warga sekitar TPA. Mereka khawatir volume sampah dari Tangsel yang masuk ke Pandeglang akan membawa dampak lingkungan serius.

Pemerintah Provinsi Banten kini dituntut segera mengambil kebijakan yang adil agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi beban, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Berita Terkait

Demokrat Tangsel Warning Wacana Pecah Dapil Pamulang: Politik Bisa Makin Mahal
Direktur Speak Up Nilai Perjanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bertentangan Dengan Prinsip Meritokrasi ASN
PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu
Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar
Golkar Dorong Pemekaran Wilayah Ketimbang Pecah Dapil Pamulang
Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU
Antisipasi Penyebaran Penyakit, Seluruh Hewan Kurban di Tangsel Akan Diperiksa Kesehatan
Maling Bobol Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:49 WIB

Demokrat Tangsel Warning Wacana Pecah Dapil Pamulang: Politik Bisa Makin Mahal

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:39 WIB

Direktur Speak Up Nilai Perjanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bertentangan Dengan Prinsip Meritokrasi ASN

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB

PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:05 WIB

Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:51 WIB

Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU

Berita Terbaru

Info Banten

PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB