HARIANBANTEN — Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan mendorong munculnya inisiatif pengelolaan berbasis lingkungan. Salah satunya dilakukan warga Cluster Maribaya, Vila Dago Pamulang, melalui Bank Sampah Gemaripah, yang mendapat dukungan Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Fraksi PKB, Muthmainnah.
Ketua RT 04/20 Yonas Eka Putra menyampaikan bahwa Bank Sampah Gemaripah kembali aktif sejak enam bulan terakhir setelah sempat vakum saat pandemi Covid-19. Saat ini, partisipasi warga baru sekitar 35 persen dari total 150 kepala keluarga.
“Di wilayah kami ada sekitar 150 KK, tapi yang aktif di bank sampah baru sekitar 35 persen. Ke depan kami ingin sampah di lingkungan ini bisa ditangani secara mandiri, baik organik maupun nonorganik,” ujar Yonas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, sampah nonorganik dikelola melalui bank sampah, sementara sampah organik diolah menggunakan komposter agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Program tersebut diawali melalui pilot project, dengan target dalam satu tahun wilayah ini tidak lagi bergantung pada pengangkutan sampah ke luar kawasan.
Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, berupa bantuan 10 unit tong komposter untuk mendukung pengolahan sampah organik di Bank Sampah Gemaripah.
Sementara itu, Ketua RW 20 ,Karyadi menuturkan bahwa kegiatan di Bank Sampah Gemaripah difokuskan pada edukasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir berbasis komunitas.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Perubahan perilaku warga tidak bisa dipaksakan, tetapi didorong melalui penyediaan fasilitas dan sistem yang memudahkan,” katanya.
Baca Juga:
Demokrat Tangsel Warning Wacana Pecah Dapil Pamulang: Politik Bisa Makin Mahal
PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu
Anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PKB Muthmainnah mengapresiasi inisiatif warga yang mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan permukiman.
“Saya mengapresiasi langkah warga yang berinisiatif mengelola sampahnya sendiri. Aspirasi ini tentu akan kami kawal dan dorong, agar pengelolaan sampah mandiri di tingkat lingkungan bisa mendapat dukungan kebijakan dan berkelanjutan.Dan juga bisa menjadi proyek percontohan untuk ditempat lainnya,” ujar Muthmainnah yang juga Ketua DPC PKB Tangsel ini.







