Harga Pangan Dunia Naik Lagi! FAO Bongkar Penyebab Utamanya di Maret 2026

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Harga pangan dunia kembali merangkak naik pada Maret 2026. Kenaikan ini dipicu lonjakan biaya energi yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pangan global.

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) melaporkan bahwa indeks harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dibanding Februari 2026. Ini menjadi kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut, mencerminkan tekanan yang terus berlanjut di pasar komoditas internasional. Secara tahunan, indeks tersebut juga meningkat sekitar 1 persen, sebagaimana dilansir Anadolu pada Sabtu, 4 April 2026.

Seluruh kelompok komoditas utama tercatat mengalami kenaikan harga. Serealia naik 1,5 persen secara bulanan dan 0,6 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, minyak nabati melonjak hingga 5,1 persen dan mencatat tren kenaikan selama tiga bulan terakhir, dengan peningkatan tahunan mencapai 13,2 persen. Harga minyak sawit internasional bahkan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 akibat dampak lonjakan harga minyak mentah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indeks harga pangan global naik 2,4 persen dibanding Februari dan menjadi kenaikan bulanan kedua berturut-turut,”

“Indeks harga serealia meningkat 1,5 persen secara bulanan dan 0,6 persen dibanding tahun lalu,”

“Indeks minyak nabati melonjak 5,1 persen dan mencatat kenaikan tiga bulan berturut-turut dengan peningkatan tahunan sebesar 13,2 persen,”

Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seperti daging yang naik 1 persen secara bulanan dan melonjak 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Produk susu meningkat 1,2 persen meskipun masih berada di bawah level tahun lalu. FAO menilai kenaikan harga gula dipengaruhi oleh meningkatnya harga minyak mentah yang mendorong Brasil mengalihkan produksi tebu menjadi etanol, sehingga pasokan gula global berkurang.

“Indeks harga daging naik 1 persen dibanding Februari dan meningkat 8 persen secara tahunan,”

“Produk susu naik 1,2 persen secara bulanan meskipun masih di bawah level tahun lalu,”

“Brasil mengalokasikan lebih banyak tebu untuk produksi etanol sehingga mengurangi pasokan gula global,”

FAO juga menyoroti bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah turut memperburuk ketidakpastian pasar, khususnya dalam perdagangan gula dunia. Kondisi ini memperbesar tekanan terhadap harga pangan global yang sudah terdampak oleh tingginya biaya energi.

“Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap arus perdagangan gula dunia,”

Kenaikan harga pangan global ini menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi dunia belum mereda. Dengan biaya energi yang masih tinggi, tren kenaikan harga diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Sumber Berita: rri.co.id

Berita Terkait

Harga BBM Tak Naik, Pertamina Berdarah-darah Rp 60 Triliun Sebulan!
Harga Plastik Naik! DLH Serang: Ini Saatnya Tinggalkan Sekali Pakai
Bukan Sekadar Hemat! Cara Pakai BBM Ini Bisa Selamatkan Masa Depan
SPBU Cilograng Tegas! Pembelian BBM Subsidi Tak Sesuai Aturan Langsung Ditolak
Pidato Trump Picu Ketegangan, Harga Minyak Tembus USD 111 per Barel
Harga Plastik Melonjak Gila-Gilaan, Dampak Perang Timur Tengah Mulai Terasa!
Bupati Dewi Buka-bukaan: Keuangan Pandeglang Membaik, Tapi Belum Maksimal
Avtur Naik 80%! DPR Warning Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Bernasib Seperti Vietnam

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 09:33 WIB

Harga BBM Tak Naik, Pertamina Berdarah-darah Rp 60 Triliun Sebulan!

Jumat, 10 April 2026 - 09:33 WIB

Harga Plastik Naik! DLH Serang: Ini Saatnya Tinggalkan Sekali Pakai

Senin, 6 April 2026 - 17:43 WIB

Bukan Sekadar Hemat! Cara Pakai BBM Ini Bisa Selamatkan Masa Depan

Senin, 6 April 2026 - 17:43 WIB

SPBU Cilograng Tegas! Pembelian BBM Subsidi Tak Sesuai Aturan Langsung Ditolak

Sabtu, 4 April 2026 - 20:36 WIB

Pidato Trump Picu Ketegangan, Harga Minyak Tembus USD 111 per Barel

Berita Terbaru