Pidato Trump Picu Ketegangan, Harga Minyak Tembus USD 111 per Barel

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Harga minyak dunia melonjak tajam dan mengguncang pasar global. Pemicunya bukan hanya konflik, tetapi juga pernyataan keras dari Presiden Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran perang besar.

Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan pada Kamis, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Jalur distribusi energi global, khususnya Selat Hormuz, dikhawatirkan terganggu dalam waktu lama. Mengutip CNBC, Jumat (3/4/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei naik lebih dari 11% atau USD 11,42 menjadi USD 111,54 per barel, sementara minyak Brent naik hampir 8% atau USD 7,87 ke USD 109,03 per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu malam yang memperingatkan kemungkinan agresi militer lanjutan terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan tersebut langsung menghapus harapan de-eskalasi konflik dan memicu kepanikan di pasar energi global. Namun, kenaikan harga sempat tertahan setelah laporan media pemerintah Iran menyebutkan adanya kerja sama dengan Oman untuk memantau jalur transit di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“rezim Iran yang melancarkan serangan teror tidak masuk akal terhadap kapal tanker minyak komersial dan negara-negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik.”

“Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat,” ujar Trump.

“Semakin jelas bahwa posisi AS terkait bagaimana minyak keluar dan melewati Selat Hormuz kini bukan lagi menjadi fokus utama Washington. Hal ini kini menjadi urusan negara-negara pengguna jalur tersebut,” ujar Giles Alston.

“Jika tidak, kami akan menghancurkan Iran sepenuhnya,” tegas Trump.

Situasi semakin kompleks karena pernyataan dari kedua pihak yang saling bertolak belakang. Iran menegaskan jalur Selat Hormuz tetap berada dalam kendali mereka, sementara Amerika Serikat mengirim sinyal yang berubah-ubah antara peluang damai dan eskalasi militer. Kondisi ini memperparah ketidakpastian global, terlebih sejak konflik yang dimulai pada 28 Februari membuat aktivitas distribusi energi di kawasan tersebut hampir terhenti.

Di tengah dinamika tersebut, pasar sempat sedikit tenang setelah Trump menyebut operasi militer kemungkinan mereda dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

“Kami akan segera pergi,” ujar Trump.

Ketidakpastian geopolitik kembali menjadi faktor utama yang mengguncang ekonomi global. Kenaikan harga minyak ini menjadi pengingat bahwa stabilitas dunia sangat rentan terhadap konflik yang belum menemukan titik akhir.

Sumber Berita: liputan6.com

Berita Terkait

Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi
Buruh Demo Menara Indomaret di PIK, Minta Upah Lembur Dibayar
Dinkes Tangsel Ingatkan Masyarakat Waspada Hantavirus, Hindari Kontak Dengan Tikus
Dua Tahun Beraksi, Sindikat Pencuri Tas di Kargo Bandara Soetta Dibekuk Polisi
Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten
Mulai 1 Juli 2026, RI Stop Impor Solar! B50 Jadi Senjata Baru Energi Nasional
Harga LPG 12 Kg Naik Tajam! Ini Alasan Pertamina yang Bikin Kaget
Jalur Selat Hormuz Terganggu, Pupuk Dunia Terancam—Ini Kabar dari Wamentan!

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:20 WIB

Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:31 WIB

Buruh Demo Menara Indomaret di PIK, Minta Upah Lembur Dibayar

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:01 WIB

Dinkes Tangsel Ingatkan Masyarakat Waspada Hantavirus, Hindari Kontak Dengan Tikus

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:35 WIB

Dua Tahun Beraksi, Sindikat Pencuri Tas di Kargo Bandara Soetta Dibekuk Polisi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten

Berita Terbaru

Info Banten

Febrie Adriansyah Tunjuk Hotman Paris Jadi Pengacaranya

Jumat, 17 Jul 2026 - 13:56 WIB