Kantor Kementerian PU Digeledah, Menteri Dody Bingung: “Cuma Bilang Pendalaman!”

- Pewarta

Jumat, 10 April 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Kedatangan mendadak penyidik Kejati DKI Jakarta ke kantor Kementerian Pekerjaan Umum memicu tanda tanya besar. Bahkan sang menteri sendiri mengaku tidak mengetahui tujuan pasti penggeledahan tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dikejutkan dengan penggeledahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pada Kamis (9/4/2026). Menteri PU Dody Hanggodo mengaku tidak mendapat informasi jelas terkait maksud kedatangan aparat penegak hukum tersebut. Ia bahkan harus meninggalkan agenda Silaturahmi Generasi Muda Kementerian PU yang semula akan dihadirinya.

“Izin lakukan pendalaman. Enggak ngomong terkait masalah apa. Cuma mau lakukan pendalaman gitu. Saya enggak tahu,” ujar Dody kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dody menjelaskan bahwa penyidik datang dengan membawa surat tugas resmi dan meminta izin untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah ruangan. Namun, ia tidak mengetahui detail perkara, jumlah penyidik, maupun lokasi spesifik yang menjadi sasaran penggeledahan. Ia memastikan pihak kementerian bersikap kooperatif dan memberikan akses penuh, termasuk ke ruang kerjanya.

“Baru minta izin. Datang minta izin. Saya bebaskan beliau-beliau masuk ruangan siapa saja, termasuk pada ruangan saya. Beliau enggak ngomong,” katanya menambahkan.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Dody menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah penggeledahan ini berkaitan dengan isu tertentu yang sebelumnya sempat muncul. Ia memilih mempercayakan proses kepada penyidik yang datang dengan dokumen resmi.

“Saya benar-benar tidak tahu. Mereka datang, mengatakan ada surat tugas, ada surat perintah, ya sudah saya percaya,” tegas Dody.

Sementara itu, Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna membenarkan adanya penggeledahan tersebut, meski belum memberikan penjelasan rinci terkait kasus yang sedang didalami.

“Iya ada penggeledahan,” kata Anang, dikutip Kamis (9/4/2026).

Penggeledahan tanpa penjelasan rinci ini meninggalkan banyak spekulasi di publik. Kini, perhatian tertuju pada langkah lanjutan Kejati DKI Jakarta untuk mengungkap fakta di balik pendalaman tersebut.

Sumber Berita: inilah.com

Berita Terkait

Ribuan Kursi SMP Negeri Masih Kosong! SPMB Tahap III Tangsel Resmi Dibuka
Resmi! GP Ansor Gugat SK Perpanjangan Sekda Tangsel ke PTUN, Legalitasnya Kini Diuji
Empat Flyover Perlintasan Sebidang di Banten Diusulkan Ahmad Fauzi, Prioritaskan Serpong, Jombang, Pondok Ranji, dan Pasar Rangkasbitung
Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Songsong Pemilu 2029, PKN Usulkan Transformasi Digital Demokrasi Lewat E-Voting
Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi
Survei Kepuasan Pemerintah di Atas 70 Persen Dipertanyakan
Dinamai Sambo, Sapi 1,1 Ton Asal Tangerang Dibeli Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:16 WIB

Ribuan Kursi SMP Negeri Masih Kosong! SPMB Tahap III Tangsel Resmi Dibuka

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:54 WIB

Resmi! GP Ansor Gugat SK Perpanjangan Sekda Tangsel ke PTUN, Legalitasnya Kini Diuji

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:17 WIB

Empat Flyover Perlintasan Sebidang di Banten Diusulkan Ahmad Fauzi, Prioritaskan Serpong, Jombang, Pondok Ranji, dan Pasar Rangkasbitung

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:58 WIB

Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:19 WIB

Songsong Pemilu 2029, PKN Usulkan Transformasi Digital Demokrasi Lewat E-Voting

Berita Terbaru