HARIANBANTEN.COM – Pedagang hewan kurban di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku penjualan tahun ini lebih sepi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang hewan di wilayah Ciputat, Joko mengatakan, hingga sejauh ini lapaknya baru menjual sembilan ekor sapi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode waktu yang sama belasan hewan sudah berhasil terjual.
“Masih ramai tahun yang kemarin, agak sepi yang sekarang. Baru sembilan sapi,” katanya ketika ditemui Harianbanten, Rabu, 20 Mei 2026.
Baca Juga:
Fortune Umumkan Daftar 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Tahun 2026
PKS Siapkan Mustopa Gantikan M Yusuf di Kursi Pimpinan DPRD Tangsel
Menurutnya menurunnya penjualan hewan kurban bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari Idul Adha yang masih beberapa hari lagi hingga faktor ekonomi.
“Kemungkinan belum karena masih ada beberapa hari lagi, tapi kalau tahun kemarin walaupun sudah jauh-jauh hari sudah laku banyak. Mungkin karena faktor ekonomi, mungkin,” tuturnya.
Baca Juga:
Ketika disinggung apakah penurunan penjualan karena persaingan lapak, menurutnya faktor itu kecil karena biasanya pembeli bersifat langganan.
“Bisa juga, tapi kan kalau pelanggan biasanya tetap, yang sudah sering beli,” ungkapnya.
Ia menyebut, pada tahun ini lapaknya hanya mendatangkan sekitar 25 ekor sapi, mulai dari jenis limosin hingga pigeon.
Baca Juga:
Hisense RGB MiniLED Dukung VAR FIFA World Cup 2026™ di International Broadcast Centre
Komisi I DPRD Tangsel Temukan 2 Lapangan Padel Tak Berizin, Minta Satpol PP Panggil Pemilik
Pembebasan Lahan Belum Terlaksana, Ground Breaking PSEL TPA Cipeucang Ditargetkan 2028
Sementara untuk harga, tahun ini juga mengalamai kenaikan, namun hanya saja tidak terlalu tinggi.
“Sapi gak banyak sekitar 25 ekor. Tahun ini lebih ada kenaikan harga, tapi tidak besar. Yang membuat naik karena operasionalnya,” pungkasnya.









