HARIANBANTEN.COM – Pedagang hewan kurban di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku penjualan tahun ini lebih sepi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang hewan di wilayah Ciputat, Joko mengatakan, hingga sejauh ini lapaknya baru menjual sembilan ekor sapi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode waktu yang sama belasan hewan sudah berhasil terjual.
“Masih ramai tahun yang kemarin, agak sepi yang sekarang. Baru sembilan sapi,” katanya ketika ditemui Harianbanten, Rabu, 20 Mei 2026.
Baca Juga:
Radisson Hotel Group Luncurkan Teknologi “Price Matching” Berbasis AI yang Bekerja Otomatis
Hari Pertama Operasi Berantas Jaya, Polres Tangsel Tangkap 3 Pelaku Curanmor
Menurutnya menurunnya penjualan hewan kurban bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari Idul Adha yang masih beberapa hari lagi hingga faktor ekonomi.
“Kemungkinan belum karena masih ada beberapa hari lagi, tapi kalau tahun kemarin walaupun sudah jauh-jauh hari sudah laku banyak. Mungkin karena faktor ekonomi, mungkin,” tuturnya.
Baca Juga:
Polres Tangsel Kerahkan 36 Personel Operasi Berantas Jaya, Tak Segan Tembak Pelaku Curanmor
Wanita Jual Emas Palsu Ditangkap di Tangsel, Sudah Beraksi 20 Kali
Ketika disinggung apakah penurunan penjualan karena persaingan lapak, menurutnya faktor itu kecil karena biasanya pembeli bersifat langganan.
“Bisa juga, tapi kan kalau pelanggan biasanya tetap, yang sudah sering beli,” ungkapnya.
Ia menyebut, pada tahun ini lapaknya hanya mendatangkan sekitar 25 ekor sapi, mulai dari jenis limosin hingga pigeon.
Baca Juga:
Mesin Cuci Korslet Sebabkan 2 Rumah di Poris Tangerang Kebakaran
Kebakaran TPA Jatiwaringin Konsekuensi Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah
Seragam Sekolah Gratis di Tangsel Bagikan Bertahap, Siswa Jalur Afirmasi Didahulukan
Sementara untuk harga, tahun ini juga mengalamai kenaikan, namun hanya saja tidak terlalu tinggi.
“Sapi gak banyak sekitar 25 ekor. Tahun ini lebih ada kenaikan harga, tapi tidak besar. Yang membuat naik karena operasionalnya,” pungkasnya.










