HARIANBANTEN.COM Pemerintah Kota Cilegon mulai menyosialisasikan Program Beasiswa Cilegon Juare kepada para siswa kelas XII SMA, SMK, dan MA sederajat. Program ini direncanakan mulai membuka pendaftaran pada Juli 2026 mendatang.
Sosialisasi perdana digelar di SMAN 1 Cilegon pada Senin (18/5/2026) dan diikuti ratusan pelajar dari sejumlah sekolah sekitar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Cilegon meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia industri maupun pendidikan tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten Daerah I Kota Cilegon, Mahmudin menjelaskan bahwa Program Beasiswa Cilegon Juare merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo.
Menurutnya, seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh bantuan pendidikan tersebut. Karena itu, Pemkot melalui Bagian Kesra terus mendatangi sekolah-sekolah guna memberikan informasi lengkap terkait jadwal pendaftaran hingga persyaratan administrasi.
Baca Juga:
41 Dapur MBG di Tangsel Kena Suspend
Seniman Haji Bolot Jalani Perawatan di RS, Disebut Kena Serangan Jantung
Sudah Tinggal Puluhan Tahun, 4 Warga Situ Rompong Ciputat Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan
Mahmudin menyebut, program tersebut disusun agar selaras dengan kebutuhan industri di Kota Cilegon. Dengan konsep link and match, mahasiswa penerima beasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja setelah lulus kuliah.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Cilegon, Rahmatullah mengatakan Beasiswa Cilegon Juare merupakan bentuk investasi pemerintah daerah di sektor pendidikan dan peningkatan SDM.
Baca Juga:
Situ Rompong Ciputat Mau Dijadikan Perumahan, Ratusan Warga Geruduk Kejari Tangsel
Kegiatan Sosial Hari Anak bersama Sekolah Alternatif Anak Jalanan di Jakarta
Muthmainah Mundur dari Jabatan Ketua DPC PKB Tangsel Terpilih, Fokus Jalankan Tugas Legislatif
Ia menambahkan, program ini diperuntukkan bagi siswa berprestasi maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Pada 2026, kuota penerima manfaat juga disebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.








