HARIANBANTEN.COM – Polemik pemasangan stick cone atau pembatas jalan di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang dikeluhkan masyarakat karena memicu kemacetan, akhirnya menemukan titik terang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Martha Lena, mengungkapkan bahwa pemasangan stick cone tersebut bukan dilakukan oleh Dishub Tangsel, melainkan oleh pihak Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Martha, pemasangan pembatas jalan itu merupakan bagian dari persiapan operasional jembatan konektor yang menghubungkan kawasan menuju Stasiun Rawa Buntu.
“Sebenarnya itu salah satu (persiapan untuk) pembukaan jembatan connecting-nya stasiun,” kata Martha saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga:
Kekeringan Sebabkan 55 KK Kesulitan Air Bersih, Walikota Tangsel Minta DCKTR Bikin Sumur Bor
Jadi Biang Kerok Kemacetan, Julham Firdaus Bongkar ‘Stick Cone’ Rawa Buntu
Ia menjelaskan, pada awalnya stick cone hanya direncanakan dipasang hingga depan akses Perumnas. Namun, demi mengantisipasi kendaraan yang langsung berbelok menuju jembatan sehingga berpotensi menimbulkan titik konflik lalu lintas, pemasangannya kemudian diperpanjang hingga depan akses Stasiun Rawa Buntu.
“Karena kalau itu difungsikan, nanti banyak yang langsung crossing ke jembatan,” ujarnya.
Sebelumnya, pemasangan stick cone di ruas Jalan Raya Rawa Buntu menuai sorotan masyarakat. Rekayasa lalu lintas tersebut dinilai justru memperparah kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Kondisi itu mendorong Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Julham Firdaus, turun langsung ke lokasi untuk melihat situasi di lapangan.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan sejak pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, Julham menilai keberadaan stick cone justru menjadi penyebab utama antrean kendaraan yang mengular.
Baca Juga:
Casio Hadirkan Pengalaman Baru G-SHOCK di Roblox bagi Generasi Muda
Ikuti Jejak ‘Perdamaian’ Pusat, Dua Kapolres di Serang Sambangi Jaksa-TNI
Kekeringan di Tangsel Meluas Jadi 3 Titik, 55 KK Kesulitan Air Bersih
“Saya tinjau langsung dari jam 07.00 sampai jam 09.00 itu macetnya tidak terputus,” kata Julham.
Ia pun meminta agar pembatas jalan tersebut dibuka sementara sambil dilakukan evaluasi terhadap skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
“Hari ini dibuka saja dan saya sudah suruh buka. Kita pantau dulu seperti apa uraiannya. Jadi yang namanya putaran itu pas muter jangan mengecil jalannya, harus melebar,” tuturnya.
Selain itu, Julham berencana memanggil Dinas Perhubungan Tangsel dalam rapat koordinasi untuk meminta penjelasan mengenai dasar pelaksanaan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.
“Nanti ada rakor, kita akan dengarkan di rapat koordinasi dan kita akan kasih pandangan yang terkonsep dan terukur,” pungkasnya










