“Titip Siswa Itu Lumrah!” – Pernyataan Wakil Gubernur Banten Bikin Heboh, Berseberangan dengan Gubernur

- Pewarta

Minggu, 6 Juli 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dimyati Natakusumah

Dimyati Natakusumah

Banten, 2 Juli 2025 – Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait praktik titip-menitip siswa dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia menyebut praktik tersebut sebagai hal yang lumrah dalam birokrasi, selama tidak melibatkan sogokan atau kerugian negara.

“Kalau disposisi pejabat itu hal yang lumrah. Kalau tidak ada pesangon atau uang sogokan, tidak perlu dipermasalahkan,” ujar Dimyati kepada wartawan, Rabu (2/7).

Pernyataan tersebut disampaikan Dimyati di tengah polemik pencopotan Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prayogo, yang diduga terlibat dalam praktik titip-menitip siswa pada SPMB tahun ajaran 2025. Budi sendiri berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), satu partai dengan Dimyati.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dimyati, anggota legislatif sering menjadi tempat masyarakat mengadu, termasuk soal permintaan masuk sekolah. Ia menilai disposisi atau surat pengantar dari pejabat bukanlah bentuk pelanggaran.

“Kalau minta surat, saya disposisi ke dinas. Itu bukan pelanggaran, itu lumrah. Tinggal bagaimana eksekutif menyikapinya,” tegasnya.

Namun, pernyataan Dimyati tersebut bertolak belakang dengan sikap Gubernur Banten, Andra Soni. Dalam pernyataannya pada 9 Juni 2025 lalu, Andra dengan tegas menolak segala bentuk titip-menitip siswa di sekolah negeri. Menurutnya, praktik tersebut menjadi akar perilaku korupsi.

“Titip-menitip adalah awal mula korupsi. Melalui program Sekolah Gratis, kita ingin hilangkan praktik ini di sekolah negeri,” kata Andra.

Perbedaan pandangan antara Dimyati dan Andra Soni memicu perdebatan publik. Praktik titip-menitip siswa dinilai sebagai ancaman terhadap asas keadilan dan transparansi dalam penerimaan peserta didik baru di sekolah negeri.

Berita Terkait

Jejak Nuklir Indonesia dari Pertanian hingga Kesehatan, Kini Menuju Era PLTN
Pelaku Begal Sopir Taksi Online Pamulang Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya
Berlumuran Darah Akibat Ditusuk, Begini Kronologi Sopir Taksi Dibegal di Pamulang
Driver Taksi Online Dibegal di Pamulang: Kepala Ditusuk, Mobil Dibawa Kabur
Seorang Warga Tewas Tertemper Kereta di Ciputat
Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkot Tangsel Kebut Proyek Turap di 3 Lokasi Banjir
Janda Beranak Lima di Tangsel Tinggal di Bawah Pohon, Rano Alfath Beri Bantuan dan Fasilitasi Kontrakan Setahun
DPRD Tangsel Minta ASN yang Terbukti Terlibat Judol Disanksi Tegas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Jejak Nuklir Indonesia dari Pertanian hingga Kesehatan, Kini Menuju Era PLTN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Pelaku Begal Sopir Taksi Online Pamulang Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Berlumuran Darah Akibat Ditusuk, Begini Kronologi Sopir Taksi Dibegal di Pamulang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Seorang Warga Tewas Tertemper Kereta di Ciputat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkot Tangsel Kebut Proyek Turap di 3 Lokasi Banjir

Berita Terbaru

Pers Rilis

Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC

Sabtu, 10 Okt 2026 - 04:00 WIB