HARIANBANTEN – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Kota Tangerang Selatan dinilai sudah tidak ideal untuk menampung sampah harian. Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mulai menyiapkan opsi penanganan sampah dalam kondisi darurat.
Hal itu terungkap saat KLH melakukan peninjauan langsung ke TPA Cipeucang. Dari hasil peninjauan, TPA Cipeucang disebut mengalami tekanan berat akibat volume sampah yang terus meningkat, sementara kapasitas dan metode pengelolaan dinilai tidak lagi memadai.
KLH menilai, penanganan sampah dengan pola normal tidak cukup untuk menjawab persoalan yang ada saat ini. Oleh karena itu, diperlukan skenario khusus agar pelayanan persampahan tetap berjalan dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam kondisi seperti ini, perlu langkah darurat agar sampah tetap tertangani dan tidak menimbulkan masalah baru bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” kata perwakilan KLH.
Opsi darurat yang disiapkan antara lain penataan ulang area penimbunan, optimalisasi pengurangan sampah dari sumbernya, serta pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah alternatif. KLH menegaskan, langkah tersebut bersifat sementara sambil menunggu pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
KLH juga mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur. Koordinasi lintas instansi serta keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA Cipeucang.
Kondisi TPA Cipeucang kini menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah diharapkan mampu bergerak cepat agar situasi tidak berkembang menjadi krisis sampah berkepanjangan di Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga:
DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027
Tersangka Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang
Gravity Game Unite (GGU) Sukses Gelar “Ragnarok Zero: Global European User Meetup”!







