BBM Rp27.900, Bus Sekolah Gratis Tangsel Terancam Berhenti
HARIANBANTEN.COM – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak serius terhadap pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Operasional bus sekolah gratis milik Pemkot Tangsel kini terancam berhenti lebih cepat akibat anggaran BBM yang tidak lagi mencukupi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, pada tahun 2026 pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk pembelian BBM jenis Pertamina Dex dengan asumsi harga saat itu Rp14.500 per liter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun setelah harga BBM melonjak hingga Rp27.900 per liter, anggaran tersebut diperkirakan hanya mampu menopang operasional bus sekolah gratis hingga Agustus 2026.
“Kalau kondisi eksisting pagu yang sekarang, dengan harga kemarin Rp23.900 per liter itu hanya bisa sampai September, tapi dengan harga sekarang Rp27.900 per liter hanya bisa sampai Agustus,” kata Ayep saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Saat ini terdapat 10 armada bus sekolah gratis milik Pemkot Tangsel yang melayani sembilan rute perjalanan untuk para pelajar.
Tak hanya bus sekolah gratis, kenaikan BBM juga berdampak pada kendaraan operasional Penerangan Jalan Umum (PJU).
Baca Juga:
41 Dapur MBG di Tangsel Kena Suspend
Seniman Haji Bolot Jalani Perawatan di RS, Disebut Kena Serangan Jantung
Sudah Tinggal Puluhan Tahun, 4 Warga Situ Rompong Ciputat Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan
Dishub memperkirakan total kekurangan anggaran operasional akibat lonjakan harga BBM mencapai hampir Rp100 juta per bulan.
“Kalau pakai harga sekarang Rp27.900 itu kekurangannya Rp46.237.500 per bulan untuk bus sekolah, PJU kekurangannya Rp47 juta. Berarti hampir Rp100 juta sebulan,” ungkapnya.
Ayep mengaku pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan berharap ada pergeseran anggaran agar pelayanan tetap berjalan hingga akhir tahun.
“Makanya dengan itu kita sudah bersurat ke TAPD untuk nanti di momen perubahan atau ada pergeseran nanti untuk BBM. Kita takutnya perubahannya di akhir tahun Oktober atau November, itu nggak nyampe, jadi pelayanan kita akan terhambat,” tuturnya.
Baca Juga:
Situ Rompong Ciputat Mau Dijadikan Perumahan, Ratusan Warga Geruduk Kejari Tangsel
Kegiatan Sosial Hari Anak bersama Sekolah Alternatif Anak Jalanan di Jakarta
Muthmainah Mundur dari Jabatan Ketua DPC PKB Tangsel Terpilih, Fokus Jalankan Tugas Legislatif
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda, memastikan pihaknya akan mengkaji sejumlah solusi agar layanan bus sekolah gratis tidak sampai berhenti beroperasi.
Menurutnya, layanan tersebut merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan pelajar di Tangsel.
“Saya baru dapat kabar akan adanya terancam pemberhentian layanan bus sekolah karena naiknya harga BBM. Karena ini terkait pelayanan masyarakat, kita tidak ingin ini sampai berhenti,” katanya.
Salah satu opsi yang akan dikaji DPRD yakni kemungkinan agar armada bus sekolah bisa mendapatkan BBM subsidi.
“Apakah nanti bisa dibuat peraturan agar bisa mendapatkan BBM subsidi untuk bus sekolah ini. Misalnya kita lihat di daerah lain seperti apa,” jelasnya.
Selain itu, DPRD juga membuka peluang penambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk menutupi kekurangan operasional.
Baca Juga:
CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition 2026 Debut pada 3-5 September di Jakarta
“Kekurangan ini akan kita tambahkan di anggaran perubahan,” pungkas Ricky.









