HARIAN BANTEN – Kabar penting buat warga Banten. Musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih cepat dari biasanya. Hal ini diungkap oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian wilayah Banten, khususnya bagian selatan, bahkan sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal Mei 2026. Kondisi ini lebih maju dibandingkan pola normal tahunan.
Tak hanya datang lebih cepat, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama. Sekitar sebagian besar wilayah Banten diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, yang berpotensi memicu kekeringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor iklim global seperti melemahnya La Nina dan potensi pengaruh El Nino, yang menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan.
- Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, sehingga masyarakat diminta mulai bersiap sejak sekarang.
Meski demikian, saat ini beberapa wilayah masih berada dalam masa peralihan (pancaroba), sehingga hujan masih bisa turun secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk:
Menghemat penggunaan air bersih
Baca Juga:
Lapangan Kodiklat Ditunjuk Jadi Venue Cabor Sepakbola Porprov 2026 Tangsel
Kongres PSSI Tangsel Digelar di Puspemkot, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pembinaan Atlet Muda
Duh! Anggota DPRD Pandeglang Kena Tipu Rp400 Juta, Uang Hilang Sejak 2024—Pelaku Cuma Janji Manis!
Waspada terhadap potensi kekeringan
Mengantisipasi risiko kebakaran lahan
Kondisi kemarau yang lebih cepat dan kering ini bisa berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga ketersediaan air bersih.








