HARIAN BANTEN – Ribuan lembar uang palsu yang beredar selama bertahun-tahun akhirnya dimusnahkan. Temuan ini membuka fakta mengejutkan soal berbagai modus penipuan yang masih mengintai masyarakat.
Sebanyak 8.527 lembar uang palsu dimusnahkan oleh Bank Indonesia bersama Polda Banten. Pemusnahan berlangsung di Mapolda Banten, Kota Serang, pada Rabu (29/4/2026). Uang palsu tersebut merupakan hasil laporan masyarakat sejak 2018 hingga April 2025 dan telah dipastikan tidak asli.
“Kegiatan ini dapat terselenggara berkat sinergi antar lembaga, khususnya antara aparat penegak hukum dengan perbankan serta keterlibatan masyarakat,” kata Ameriza.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Uang yang dimusnahkan termasuk kategori non-yuridis, yaitu tidak melalui proses hukum atau tidak menjadi barang bukti dalam perkara. Bank Indonesia menilai edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah peredaran uang palsu yang semakin beragam.
“Mitigasi risiko juga harus kita lakukan sedini mungkin. Untuk itu, kami dari Bank Indonesia mengedukasi masyarakat. Oleh karena itu, kami memiliki program Cinta, Bangga, Paham Rupiah,” katanya.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengungkap sejumlah modus yang kerap digunakan pelaku, terutama di wilayah Lebak dan Pandeglang. Salah satu yang sering terjadi adalah penipuan penggandaan uang dengan menyelipkan uang asli di bagian atas dan uang palsu di bagian bawah.
“Di daerah Pandeglang dan Lebak, berbagai macam tipu daya dilakukan. Masyarakat yang ingin cepat kaya ditipu dengan modus penggandaan uang. Di bagian atas mungkin uang asli, tetapi di bawahnya uang palsu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta mengingatkan ancaman hukuman berat bagi pelaku peredaran uang palsu sesuai undang-undang yang berlaku.
“Mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati terhadap peredaran uang palsu. Tolong juga disiarkan melalui Instagram Polda jika ada temuan uang palsu,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan finansial bisa menyasar siapa saja. Kewaspadaan dan pemahaman terhadap ciri uang asli menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah menjadi korban.
Sumber Berita: news.detik.com






