Warga Keluhkan Parkir Liar Dikelola Ormas di Kantor Disdukcapil Tangsel

- Pewarta

Selasa, 3 Juni 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten- Keluhan warga terkait praktik pungutan liar kembali mencuat, kali ini terjadi di area parkir Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan. Seorang warga mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial Instagram, menyoroti keberadaan tukang parkir dari organisasi masyarakat (ormas) yang mengelola parkir di area tersebut.

Dalam unggahan akun Instagram @alfianfajar26 yang dibagikan ulang oleh akun @seputartangsel, warga tersebut menyampaikan langsung keluhannya kepada Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan dan Kepala Disdukcapil Tangsel, Benyamin Davnie. Ia mempertanyakan mengapa fasilitas publik milik Pemkot justru dikelola oleh pihak eksternal yang tidak resmi.

“Seharusnya kan gratis ya. Ini kan punya Pemkot, kok bisa parkirnya dikuasai ormas, padahal di sana ada Satpol PP,” tulisnya. Ia juga menyebut petugas Satpol PP yang hanya duduk santai dan tidak bertindak.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga tersebut mengklaim bahwa masih ada dua orang petugas parkir dari ormas yang berada di lokasi hingga saat unggahan dibuat, dan meminta pihak terkait untuk segera mengecek kebenaran informasi tersebut.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya terjadi di Disdukcapil. Warga juga menyoroti sejumlah titik fasilitas publik lain yang masih dikuasai oleh ormas untuk pengelolaan parkir secara liar. Beberapa di antaranya adalah area parkir Taman Kota 2 BSD, Alun-Alun Pamulang, serta sejumlah titik lain yang kerap menjadi keluhan masyarakat.

Padahal, seluruh area tersebut merupakan fasilitas milik pemerintah daerah yang semestinya dapat diakses masyarakat secara gratis atau dengan pengelolaan resmi dari Pemkot melalui sistem retribusi yang transparan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Disdukcapil Tangsel maupun Satpol PP Kota Tangerang Selatan. Warga berharap pemerintah kota dapat menertibkan pengelolaan parkir di seluruh fasilitas umum, serta menghapus praktik pungli yang meresahkan.

Berita Terkait

Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS
Penlok Rampung, Lahan Seluas 31.052 Meter untuk PSEL di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan
Sebabkan 2 Orang Meninggal, Gudang Meledak di Pasar Cimanggis Tak Memiliki Izin
Nyaris Roboh Akibat Ledakan, Bangunan Pasar Cimanggis Akan Dihancurkan
Nyaris Roboh Akibat Ledakan, Bangunan Pasar Cimanggis Akan Dihancurkan
Muntaber di Lagoon Serpong Meluas, 161 Warga Jadi Korban, Pemkot Suplai Air Bersih

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Penlok Rampung, Lahan Seluas 31.052 Meter untuk PSEL di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Sebabkan 2 Orang Meninggal, Gudang Meledak di Pasar Cimanggis Tak Memiliki Izin

Berita Terbaru