Harian Banten – Aksi unjuk rasa dua orang yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) di kawasan Perkantoran Lengkong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (5/6), tak hanya menuai tanda tanya, tapi juga insiden tak menyenangkan terhadap awak media.
Salah satu peserta aksi diketahui sempat menunjuk-nunjuk ke arah seorang wartawan sambil mengeluarkan pernyataan yang bernada tinggi dan dianggap mengintimidasi.
“Dari awal dia bilang, ‘media jangan beritakan yang nggak benar’ sambil menunjuk-nunjuk ke arah saya. Lalu di akhir, dia ulang lagi pernyataan serupa, masih dengan nada tinggi,” ujar wartawan berinisial RD yang meliput di lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
D menilai sikap tersebut tidak bisa dibenarkan, apalagi terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
“Kita ini bekerja dilindungi undang-undang. Tidak bisa dia seperti itu. Nada bicaranya mengarah ke intimidasi. Ini bukan sikap yang patut, apalagi kalau benar dia seorang mahasiswa hukum,” tambahnya.
Sementara itu, aksi yang digelar oleh dua orang tersebut sebelumnya juga sempat mengundang kecurigaan lantaran tak mampu menunjukkan surat izin aksi dan identitas mahasiswa. Dalam audiensi, mereka pun tak mampu menjabarkan tuntutan dengan jelas, bahkan terlihat membuka ponsel seolah mencari tahu isi tuntutan yang dibawanya.
Setelah ketegangan dengan pihak dinas dan wartawan, keduanya memilih meninggalkan lokasi aksi.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang








