Harian Banten – Sebanyak 23 warga dari berbagai daerah, mulai dari bayi 3 bulan hingga dewasa 26 tahun, menjalani operasi bibir sumbing secara gratis di RSUD Balaraja. Kegiatan ini merupakan bagian dari bakti sosial yang digelar untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan yang layak.Kebanyakan pasien berasal dari keluarga prasejahtera, tak hanya dari Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Serang dan Bogor.
Bupati Tangerang, Maesal Rasyid, yang hadir langsung di lokasi operasi pada Jumat (23/5/2025), mengaku terharu melihat semangat para pasien. “Usianya ada yang tiga bulan, dua tahun, tiga tahun. Luar biasa semangat mereka dan para orang tuanya,” ujarnya.
Bupati menyebut, operasi ini bukan sekadar tindakan medis. “Ini soal mengembalikan rasa percaya diri anak-anak. Mereka akan tumbuh lebih bahagia dan berani tampil di masyarakat,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya operasi, RSUD Balaraja juga memberikan paket sembako berisi beras, susu, dan biskuit untuk mendukung proses pemulihan para pasien, khususnya anak-anak. Bupati juga mengapresiasi tim dokter RSUD Balaraja, termasuk dr. Yantoko dan seluruh tenaga medis yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Ia bahkan berencana mendorong program serupa di RSUD Tigaraksa, RSUD Paku Haji, dan rumah sakit daerah lainnya.
Tak berhenti di situ, Pemkab Tangerang juga akan meluncurkan program antar obat gratis ke rumah pasien, dimulai dari RSUD Balaraja. Layanan ini ditujukan bagi pasien yang kesulitan menunggu lama di apotek, terutama setelah operasi.
“Kita pernah antar KTP ke rumah, sekarang waktunya antar obat. Kami akan kerja sama dengan layanan online,” jelasnya.
Plh Direktur RSUD Balaraja, dr. Aang Sunarto, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Ini tentang harapan, bukan hanya tentang kesehatan,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong, dedikasi tim medis, dan dukungan pemerintah daerah, senyum baru kini menghiasi wajah 23 pasien bibir sumbing. Semoga langkah baik ini terus berlanjut, menjangkau lebih banyak hati, dan lebih banyak senyum.








