Harian Banten –Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Uwes Qorni di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, resmi beroperasi mulai hari ini. Peresmian dilakukan oleh Pj Gubernur Banten Andra Soni, didampingi Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, Plh Sekda Banten Deden Apriandhi, serta Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti.
Terletak di perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat, tepatnya di wilayah paling selatan Kabupaten Lebak, RSUD Uwes Qorni menjadi fasilitas kesehatan strategis bagi masyarakat di kawasan Banten Selatan yang selama ini kesulitan mengakses layanan medis.
“Rumah sakit ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Andra Soni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan RSUD Cilograng merupakan langkah nyata Pemprov Banten dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil yang jauh dari rumah sakit besar. Dengan beroperasinya RSUD ini, masyarakat di empat kecamatan wilayah selatan Lebak kini tidak perlu lagi bepergian jauh ke daerah lain, termasuk ke Provinsi Jawa Barat, untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Gubernur Andra menegaskan bahwa pelayanan di rumah sakit ini harus diberikan secara maksimal dan merata tanpa membedakan latar belakang pasien.
“Saya meminta seluruh pihak menjaga rumah sakit ini dengan baik dan memberikan dukungan kepada para tenaga medis agar bisa melayani masyarakat sebaik mungkin,” tegasnya.
Plh Sekda Banten Deden Apriandhi menambahkan bahwa pembangunan RSUD Cilograng merupakan respons atas minimnya fasilitas kesehatan di selatan Provinsi Banten. “Mayoritas warga di wilayah ini selama ini lebih memilih berobat ke Jawa Barat karena belum adanya rumah sakit terdekat,” ujarnya.
Baca Juga:
Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industri Vape Ganja Beromzet Rp10 Miliar per Bulan
Pemkab Lebak Gelontorkan Rp 75 M untuk Pembangunan 53 Ruas Jalan
RSUD Uwes Qorni berdiri di atas lahan seluas 30.580 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 8.638 meter persegi. Rumah sakit ini didukung oleh 391 tenaga kerja, terdiri atas 8 pejabat struktural, 20 dokter spesialis, 25 dokter umum, 185 tenaga keperawatan, 68 tenaga kesehatan non-keperawatan, dan 81 tenaga nonkesehatan.
Dari sisi layanan, RSUD ini dilengkapi 12 instalasi, termasuk instalasi rawat jalan dengan 17 poliklinik, rawat inap dengan 139 tempat tidur, instalasi gawat darurat, instalasi radiologi, instalasi gizi, serta fasilitas pemulasaran jenazah.
Menariknya, sebelum resmi beroperasi penuh, RSUD Cilograng telah menjalankan kegiatan bakti sosial berupa layanan pengobatan gratis yang dimulai sejak Agustus 2024 dan dilakukan rutin setiap hari Kamis.






