Dari Desa ke Dunia! Kisah Uhadi, Kades Kertasana yang Sukses Ekspor Ikan Hias ke Luar Negeri

- Pewarta

Senin, 2 Juni 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uhadi, S.H Kepala Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang

Uhadi, S.H Kepala Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang

Harian Banten -Di tengah geliat pembangunan desa di Indonesia, sosok Kepala Desa Kertasana, Uhadi, SH, tampil sebagai inspirasi nyata bagaimana seorang pemimpin dapat mengubah nasib desa dengan pendekatan kepemimpinan yang humanis dan visioner. Desa yang terletak di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang yang semula dikenal biasa saja kini menjadi sentra produksi ikan hias mas koki yang menembus pasar internasional. Keberhasilan ini bukan sekadar hasil kerja pemerintah desa, melainkan buah kerja keras dan kolaborasi seluruh warga desa yang dipandu oleh Uhadi.

Lulusan hukum ini percaya bahwa posisi kepala desa bukanlah kedudukan untuk berkuasa, melainkan untuk melayani masyarakat. “Kepala desa bukan raja, bukan bos. Saya hanya pelayan warga. Kalau warga maju, saya ikut maju,” tegas Uhadi dengan penuh keyakinan. Filosofi ini menjadi landasan utama dalam setiap langkah kebijakan dan program yang dijalankannya. Baginya, pembangunan desa yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika masyarakat diberdayakan dan dilibatkan secara aktif.

Kantor Kepala Desa Kertasana, Pagelaran Pandeglang
Kantor Kepala Desa Kertasana, Pagelaran Pandeglang

Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah BUMDes Karya, badan usaha milik desa yang mengelola budidaya ikan mas koki. Melalui bimbingan Uhadi, warga desa diberi pelatihan teknis dan pendampingan manajemen usaha agar produksi ikan hias bisa lebih efisien dan berkualitas. Tidak hanya itu, Uhadi juga mendorong warga untuk bersinergi, membangun sistem kerja kolektif yang saling mendukung antar pembudidaya sehingga hasilnya bisa meningkat signifikan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasilnya luar biasa. Dari sebuah desa kecil di Kabupaten Lebak, ikan mas koki hasil budidaya Kertasana kini telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Keberhasilan ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi warga desa. Pendapatan bertambah, lapangan kerja terbuka lebar, dan yang paling penting, semangat masyarakat untuk terus maju semakin menyala. Bagi Uhadi, inilah bukti bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama pembangunan desa.

Ikan Maskoki Hasil Budidaya Desa Kertasana
Ikan Maskoki Hasil Budidaya Desa Kertasana

Apresiasi Pemerintah Pusat

Keberhasilan Kertasana ini pun menarik perhatian pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, berkunjung langsung ke desa ini untuk melihat lebih dekat inovasi dan potensi yang dikembangkan. Menteri Wahyu menilai Kertasana memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. “Kami siap menurunkan tim teknis. Fokus kami adalah kualitas benih, kesehatan ikan, teknologi pakan, dan akses pasar lebih luas,” ujarnya. Ia juga menyebut rencana integrasi sistem smart aquaculture sebagai langkah masa depan.

Menteri Yandri menekankan pentingnya memperkuat infrastruktur desa dan membantu pembangunan balai pelatihan ikan hias. “Desa ini adalah contoh nyata kemandirian lewat produk unggulan lokal,” ucapnya. Sementara Zulkifli Hasan menegaskan bahwa meskipun ikan hias bukan pangan pokok, usaha ini sangat berkontribusi pada ketahanan ekonomi desa. “Kalau pendapatan naik, daya beli dan ketahanan pangan keluarga juga meningkat,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, Uhadi juga berkomitmen membangun kualitas hidup warga secara menyeluruh. Ia aktif memfasilitasi akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Semua ini dilakukannya tanpa menempatkan diri di atas warga, melainkan sebagai mitra yang bersinergi. “Saya tidak pernah merasa sebagai bos, tapi sebagai teman dan pelayan bagi warga,” ujarnya. Sikap rendah hati dan dekat dengan masyarakat ini menjadi modal utama keberhasilannya memimpin desa.

Kisah sukses Kepala Desa Uhadi dan Desa Kertasana adalah cermin betapa pentingnya kepemimpinan yang melayani, bukan menguasai. Dari desa yang sederhana hingga menembus pasar dunia, semua bermula dari keyakinan bahwa kemajuan desa adalah kemajuan bersama. Dengan pemimpin seperti Uhadi, masa depan desa-desa di Indonesia pasti cerah dan penuh harapan.

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Khas Sekolah Negeri Mulai Tahun Ajaran 2026
Diamuk Massa,Pria di Ciputat Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun
Pemkot Tangsel Anggarkan Rp51 Miliar Untuk Gaji Ke-13 ASN, Cair Bulan Ini
Terduga Pelaku Pencabulan di Ciputat Babak Belur Diamuk Massa
Datangi Klinik Gigi di Tangerang, Seorang Pria Tiba-tiba Tusuk Perawat
PPI Tangsel Sukses Gelar Lomba Pengibaran Bendera MPR RI, SMAN 2 Tangsel Wakili Banten ke Nasional
Polisi Kembalikan Mobil Korban Begal di Cisauk, 2 Pelaku Masih Pengejaran
Jari Warga Serpong Utara Bengkak Karena Cincin Tak Bisa Dilepas, Damkar Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:21 WIB

Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Khas Sekolah Negeri Mulai Tahun Ajaran 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Diamuk Massa,Pria di Ciputat Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:39 WIB

Pemkot Tangsel Anggarkan Rp51 Miliar Untuk Gaji Ke-13 ASN, Cair Bulan Ini

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:18 WIB

Terduga Pelaku Pencabulan di Ciputat Babak Belur Diamuk Massa

Senin, 1 Juni 2026 - 16:28 WIB

Datangi Klinik Gigi di Tangerang, Seorang Pria Tiba-tiba Tusuk Perawat

Berita Terbaru

Pers Rilis

Silvio Napoli Menjadi CEO Lucid Setelah Pergantian Kepemimpinan

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:27 WIB

Info Banten

Diamuk Massa,Pria di Ciputat Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun

Selasa, 2 Jun 2026 - 18:37 WIB