Dalam dunia politik desa yang sering kali diwarnai praktik politik uang dan janji kosong, sosok Supriyadi, Kepala Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, muncul sebagai oase perubahan yang segar dan penuh inspirasi. Dengan latar belakang pendidikan yang sederhana, lulusan SMA Paket C, Supriyadi membuktikan bahwa integritas dan kerja nyata bisa memenangkan hati masyarakat tanpa perlu mengandalkan uang untuk membeli suara.
Terpilih dengan perolehan suara hampir 70 persen dalam Pilkades yang berlangsung beberapa tahun lalu, Supriyadi tidak melakukan kampanye besar-besaran apalagi menggelontorkan dana besar untuk membeli suara. Sebaliknya, ia mengandalkan pendekatan personal, kejujuran, dan rekam jejaknya selama aktif di organisasi tingkat RT dan RW yang telah dikenal dekat dan dipercaya warga. Kemenangan itu bukan sekadar angka, tapi cermin dari kepercayaan masyarakat yang menginginkan pemimpin berbeda, yang berorientasi pada pelayanan dan pembangunan nyata.
Sejak resmi menjabat, Supriyadi menetapkan kontrak sosial bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa sebagai landasan kerja. Kontrak ini berisi komitmen untuk mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan prioritas program yang berorientasi pada kesejahteraan warga. Pendekatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang kemudian aktif mengawal setiap proses pembangunan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Kerja Nyata yang Menggerakkan Desa
Di bawah kepemimpinan Supriyadi, Desa Caringin mengalami transformasi yang cukup signifikan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kesadaran akan pentingnya pendidikan membuat kepala desa ini berupaya menyediakan beasiswa dan mendukung peningkatan fasilitas belajar di sekolah-sekolah desa. Anak-anak yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk belajar kini mendapatkan akses yang lebih mudah dan fasilitas yang memadai.
Bidang kesehatan menjadi perhatian utama Supriyadi. Dengan memanfaatkan dana desa dan menggandeng pihak-pihak terkait, layanan kesehatan keliling rutin dilaksanakan untuk menjangkau warga di daerah terpencil. Program imunisasi, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan gratis secara berkala memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama para lansia dan anak-anak.
Di sektor ekonomi, Supriyadi memacu pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ia mendorong pemuda desa untuk aktif belajar wirausaha agar mampu mandiri dan membuka peluang kerja di lingkungan sendiri. Inisiatif ini juga didukung dengan pelatihan manajemen usaha dan akses pemasaran produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Selain itu, Supriyadi menghidupkan kembali semangat gotong royong yang sempat memudar. Masyarakat diajak berpartisipasi aktif dalam pembangunan infrastruktur desa seperti jalan, saluran irigasi, dan fasilitas umum. Partisipasi ini membuat penggunaan dana desa menjadi lebih transparan dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
Keberhasilan ini tidak lepas dari keterbukaan kepala desa dalam menyampaikan laporan keuangan dan progres program secara berkala lewat forum terbuka bulanan. Warga tidak hanya menerima informasi, tapi juga diberi ruang untuk memberikan kritik dan usulan, sehingga pembangunan menjadi proses kolaboratif yang responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.
Kepemimpinan Berintegritas dan Teladan bagi Desa Lain
Sosok Supriyadi menjadi contoh nyata bahwa pemimpin desa tidak harus bergantung pada uang dan politik praktis untuk meraih dan menjalankan jabatan. Kepemimpinan yang berlandaskan integritas, transparansi, dan kerja keras mampu membawa desa ke arah yang lebih baik dan bermartabat.
Kepala desa muda ini bahkan rela mengeluarkan dana pribadinya ketika terdapat kekurangan anggaran demi menjaga kelangsungan program yang telah dirancang. Dedikasi dan kesungguhannya membuat warga semakin yakin bahwa Supriyadi memang mengabdi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kesejahteraan bersama.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Semangat dan prestasi Supriyadi menginspirasi desa-desa lain yang ingin membangun pemerintahan bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia membuktikan bahwa dengan niat tulus, keberanian mengambil langkah berbeda, dan komitmen kuat, perubahan positif bisa diwujudkan, membawa harapan baru bagi masa depan desa.









