HARIANBANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, kembali dilanjutkan setelah sempat dihentikan akibat penolakan warga. Keputusan ini diambil usai proses dialog dan klarifikasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat sekitar lokasi pembuangan.
Penghentian sementara sebelumnya terjadi karena pengiriman sampah dari Tangsel ke Cilowong masih berada pada tahap uji coba dan memicu kekhawatiran warga Kecamatan Taktakan terhadap dampak lingkungan. Namun, setelah adanya penjelasan terkait mekanisme pengelolaan serta manfaat kerja sama antar daerah, warga akhirnya dapat menerima kembali aktivitas tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan pembuangan sampah, tetapi merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah regional yang lebih berkelanjutan.
“Kita sudah bisa kembali melakukan pengelolaan sampah bersama di Cilowong. Ini bukan sekadar memindahkan sampah dari Tangsel ke Serang,” kata Benyamin Davnie, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Menurut Benyamin, sampah yang dikirim dari Tangsel akan dimanfaatkan sebagai bahan baku fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang. Fasilitas tersebut membutuhkan pasokan sampah hingga 1.000 ton per hari agar dapat beroperasi secara optimal.
“Pengiriman ini justru untuk memenuhi kebutuhan PSEL Kota Serang. Jadi ada nilai tambah, bukan hanya soal pembuangan,” ujarnya.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Sebelum pengiriman ke Cilowong kembali dibuka, Pemkot Tangsel sempat mengambil langkah darurat dengan mengalihkan sampah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, melalui kerja sama dengan perusahaan swasta. Pengiriman ke wilayah tersebut ditargetkan mencapai sekitar 200 ton sampah per hari guna mencegah penumpukan di Tangsel.
Dengan kembali berjalannya pengiriman ke TPAS Cilowong, Pemkot Tangsel berharap pengelolaan sampah di wilayahnya dapat lebih terkendali, sekaligus mendukung pengembangan energi ramah lingkungan di Kota Serang dan sekitarnya.









