HARIANBANTEN – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini menghadapi kondisi darurat sampah. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyebut ada tiga kecamatan yang paling krisis, yakni Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong. Menurutnya, timbulan sampah di wilayah ini sangat tinggi sehingga penanganannya memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi.
“Wilayah Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong memang paling berat penanganannya karena volume sampahnya tinggi. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Benyamin Davnie, Rabu (14/1/2025) di Puspemkot Tangsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benyamin menjelaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama, termasuk melakukan pemilahan sampah, tidak membuang sampah sembarangan, dan mengelola sampah dari rumah. Tanpa partisipasi warga, upaya pemerintah akan kurang maksimal.
“Pengelolaan sampah itu bukan hanya di hilir, tapi di hulunya juga. Budaya membuang sampah sembarangan harus dihentikan. Semua warga harus ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Untuk menegakkan aturan, Pemkot Tangsel menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah. Sanksi ini bervariasi, mulai dari teguran, denda uang, hingga kurungan badan, tergantung tingkat pelanggaran.
“Ada sanksi bagi pelanggar, mulai dari teguran, denda uang, sampai kurungan badan. Saya sudah tugaskan Satpol PP untuk berkoordinasi. Dalam minggu-minggu ini penegakan aturan mulai berjalan,” jelas Benyamin.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Selain penindakan, Pemkot juga melakukan berbagai upaya teknis, seperti penyedotan tinja, penyewaan mobil toilet portable, dan koordinasi dengan truk sedot tinja swasta untuk mempercepat penanganan di lapangan. Benyamin menekankan, langkah ini harus berjalan beriringan dengan penanaman budaya bersih di masyarakat.
“Di hilir sampah harus dimusnahkan cepat, tapi di hulunya budaya membuang sampah juga harus ditegakkan. Semua ini butuh kerja sama warga,” tambahnya.
Kondisi darurat ini menjadi perhatian serius Pemkot Tangsel. Warga diimbau untuk disiplin mengelola sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan bebas dari masalah kesehatan yang ditimbulkan tumpukan sampah.










