Serpong, Ciputat & Ciptim Tiga Wilayah Krisis Sampah Tangsel

- Pewarta

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan Sampah di Bawah Kolong Ciputat

Tumpukan Sampah di Bawah Kolong Ciputat

HARIANBANTEN – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini menghadapi kondisi darurat sampah. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyebut ada tiga kecamatan yang paling krisis, yakni Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong. Menurutnya, timbulan sampah di wilayah ini sangat tinggi sehingga penanganannya memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi.

 

“Wilayah Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong memang paling berat penanganannya karena volume sampahnya tinggi. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Benyamin Davnie, Rabu (14/1/2025) di Puspemkot Tangsel.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Benyamin menjelaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama, termasuk melakukan pemilahan sampah, tidak membuang sampah sembarangan, dan mengelola sampah dari rumah. Tanpa partisipasi warga, upaya pemerintah akan kurang maksimal.

 

“Pengelolaan sampah itu bukan hanya di hilir, tapi di hulunya juga. Budaya membuang sampah sembarangan harus dihentikan. Semua warga harus ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Untuk menegakkan aturan, Pemkot Tangsel menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah. Sanksi ini bervariasi, mulai dari teguran, denda uang, hingga kurungan badan, tergantung tingkat pelanggaran.

 

“Ada sanksi bagi pelanggar, mulai dari teguran, denda uang, sampai kurungan badan. Saya sudah tugaskan Satpol PP untuk berkoordinasi. Dalam minggu-minggu ini penegakan aturan mulai berjalan,” jelas Benyamin.

 

Selain penindakan, Pemkot juga melakukan berbagai upaya teknis, seperti penyedotan tinja, penyewaan mobil toilet portable, dan koordinasi dengan truk sedot tinja swasta untuk mempercepat penanganan di lapangan. Benyamin menekankan, langkah ini harus berjalan beriringan dengan penanaman budaya bersih di masyarakat.

 

“Di hilir sampah harus dimusnahkan cepat, tapi di hulunya budaya membuang sampah juga harus ditegakkan. Semua ini butuh kerja sama warga,” tambahnya.

 

Kondisi darurat ini menjadi perhatian serius Pemkot Tangsel. Warga diimbau untuk disiplin mengelola sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan bebas dari masalah kesehatan yang ditimbulkan tumpukan sampah.

Berita Terkait

Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Pemerintah Siapkan 5 Kampung Nelayan Modern di Tangerang, Ada Pabrik Es!
Legislator PDIP Usul BPJS Digratiskan, Bandingkan Dengan MBG
Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higienis Terancam Ditutup
Detik-Detik Tragis di Daan Mogot: Pemotor Terseret dan Tewas di Tempat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Pemerintah Siapkan 5 Kampung Nelayan Modern di Tangerang, Ada Pabrik Es!

Kamis, 16 April 2026 - 15:50 WIB

Legislator PDIP Usul BPJS Digratiskan, Bandingkan Dengan MBG

Berita Terbaru