Rumah Pilot ATR 400 di Tigaraksa Kini Sunyi, Keluarga Menuju Makassar

- Pewarta

Senin, 19 Januari 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Duka Kapten Andy Dahananto Pilot ATR 400

Rumah Duka Kapten Andy Dahananto Pilot ATR 400

HARIANBANTEN – Suasana duka mendalam menyelimuti Perumahan PWS Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Rumah milik pilot pesawat ATR 400 yang mengalami kecelakaan di Sulawesi Selatan kini tampak sunyi dan nyaris tanpa aktivitas, Senin (19/1/2026). Kondisi tersebut berbeda jauh dari hari-hari sebelumnya yang dikenal cukup aktif dan terbuka bagi warga sekitar.

Pantauan di lokasi menunjukkan rumah bercat putih itu sebagian besar tertutup. Tidak terlihat aktivitas keluar masuk penghuni, sementara pagar depan rumah terpantau selalu tertutup rapat. Hanya beberapa kerabat dekat yang terlihat berjaga di dalam rumah untuk mengamankan kondisi serta menerima tamu terbatas yang datang menyampaikan belasungkawa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, istri dan salah satu anak pilot ATR 400 tersebut telah bertolak ke Makassar. Keberangkatan keluarga dilakukan untuk mengikuti proses identifikasi serta pencocokan DNA korban kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Proses ini menjadi bagian penting dalam penanganan korban oleh tim gabungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di halaman depan rumah, tampak tenda duka telah terpasang memanjang. Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa dari berbagai pihak juga terlihat berjajar rapi, menandakan simpati dan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.

Ketua RW 03 Perumahan PWS Tigaraksa, Asep Syaiful, membenarkan bahwa pilot pesawat ATR 400 tersebut merupakan warga lama di lingkungan setempat. Ia menyebut seluruh warga turut merasakan kehilangan dan masih menunggu perkembangan resmi dari Makassar.

“Beliau memang warga kami dan sudah lama tinggal di sini. Warga sangat kaget dan berduka. Saat ini keluarga inti berada di Makassar untuk proses identifikasi,” ujar Asep saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, sejumlah tetangga mengenang sosok pilot tersebut sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Ia dikenal sering menyapa warga dan ikut membantu ketika ada persoalan fasilitas umum di lingkungan perumahan.

“Orangnya baik dan peduli. Kalau ada masalah lingkungan, beliau sering ikut membantu,” ungkap Subandi, salah satu tetangga korban.

Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian, evakuasi, serta proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 400 di Sulawesi Selatan. Pihak keluarga dan warga berharap seluruh proses dapat berjalan lancar dan segera memperoleh kepastian terkait nasib para korban.

Berita Terkait

Tangsel Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang, 1 Pohon di Ciputat Tumbang Timpa Kabel-Rumah Warga
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan, Keluarga Masih Berharap Bisa Ditemukan
Anak Penganiaya Ibu Kandung di Tangerang Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Motif Anak Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Tangerang: Emosi Ditegur Bakar Kasur Almarhum Bapak
Pool Taksi Ciater Belum Miliki Amdalalin, Dishub Tangsel: Baru Diajukan Rabu Kemarin
Lahan Samping Rel Kereta di Ciputat Kebakaran, Ledakan Terdengar Beberapa Kali
DPRD Tangsel Soal Polemik Pool Taksi Ciater: Kami Terbuka Investasi, Tapi Taati Regulasi
Ibu 60 Tahun Tewas Dianiaya Anak Kandung di Kelapa Dua Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:55 WIB

Tangsel Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang, 1 Pohon di Ciputat Tumbang Timpa Kabel-Rumah Warga

Sabtu, 19 September 2026 - 20:07 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan, Keluarga Masih Berharap Bisa Ditemukan

Sabtu, 19 September 2026 - 15:11 WIB

Anak Penganiaya Ibu Kandung di Tangerang Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Sabtu, 19 September 2026 - 13:49 WIB

Motif Anak Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Tangerang: Emosi Ditegur Bakar Kasur Almarhum Bapak

Jumat, 18 September 2026 - 20:10 WIB

Pool Taksi Ciater Belum Miliki Amdalalin, Dishub Tangsel: Baru Diajukan Rabu Kemarin

Berita Terbaru