HARIANBANTEN – Suasana duka mendalam menyelimuti Perumahan PWS Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Rumah milik pilot pesawat ATR 400 yang mengalami kecelakaan di Sulawesi Selatan kini tampak sunyi dan nyaris tanpa aktivitas, Senin (19/1/2026). Kondisi tersebut berbeda jauh dari hari-hari sebelumnya yang dikenal cukup aktif dan terbuka bagi warga sekitar.
Pantauan di lokasi menunjukkan rumah bercat putih itu sebagian besar tertutup. Tidak terlihat aktivitas keluar masuk penghuni, sementara pagar depan rumah terpantau selalu tertutup rapat. Hanya beberapa kerabat dekat yang terlihat berjaga di dalam rumah untuk mengamankan kondisi serta menerima tamu terbatas yang datang menyampaikan belasungkawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, istri dan salah satu anak pilot ATR 400 tersebut telah bertolak ke Makassar. Keberangkatan keluarga dilakukan untuk mengikuti proses identifikasi serta pencocokan DNA korban kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Proses ini menjadi bagian penting dalam penanganan korban oleh tim gabungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di halaman depan rumah, tampak tenda duka telah terpasang memanjang. Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa dari berbagai pihak juga terlihat berjajar rapi, menandakan simpati dan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.
Ketua RW 03 Perumahan PWS Tigaraksa, Asep Syaiful, membenarkan bahwa pilot pesawat ATR 400 tersebut merupakan warga lama di lingkungan setempat. Ia menyebut seluruh warga turut merasakan kehilangan dan masih menunggu perkembangan resmi dari Makassar.
“Beliau memang warga kami dan sudah lama tinggal di sini. Warga sangat kaget dan berduka. Saat ini keluarga inti berada di Makassar untuk proses identifikasi,” ujar Asep saat ditemui di lokasi.
Sementara itu, sejumlah tetangga mengenang sosok pilot tersebut sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Ia dikenal sering menyapa warga dan ikut membantu ketika ada persoalan fasilitas umum di lingkungan perumahan.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
“Orangnya baik dan peduli. Kalau ada masalah lingkungan, beliau sering ikut membantu,” ungkap Subandi, salah satu tetangga korban.
Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian, evakuasi, serta proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 400 di Sulawesi Selatan. Pihak keluarga dan warga berharap seluruh proses dapat berjalan lancar dan segera memperoleh kepastian terkait nasib para korban.








