HARIANBANTEN – Layanan air bersih PDAM Aetra Tangerang terganggu akibat menurunnya kualitas air baku Sungai Cisadane. Gangguan ini diduga akibat limbah kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno BSD, Serpong, Tangerang Selatan, yang membuat air sungai keruh dan berbau menyengat.
Melalui unggahan resmi, PDAM Aetra menyampaikan, Instalasi Pengolahan Air belum dapat beroperasi optimal.
“Dapat kami informasikan bahwa saat ini tengah terjadi penurunan kualitas air baku akibat peningkatan polutan di Sungai Cisadane,” tulis akun @aetratangerang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak Aetra memastikan pemeriksaan kualitas air dilakukan ketat, dan suplai air akan kembali normal setelah memenuhi standar pengolahan. Aetra juga meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan.
Gangguan ini dirasakan warga sejak Senin dini hari. Banyak pelanggan mengeluhkan air mendadak mati tanpa pemberitahuan.
“Sampe kapan nih air mati? Lama banget dari tadi malam sampai pagi,” tulis akun @lisnaanna.gunawan.
“Gara-gara air Cisadane tercemar limbah kimia dari perusahaan Tangsel. Jadi mati serentak,” komentar @hitl3rraden20.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Danton Damkar Tangsel, Sahroni, menyebut limbah kebakaran pestisida membuat air berubah warna, bau menyengat, dan menyebabkan banyak ikan mati.
“Itu bahan kimia yang terbakar, limbahnya sampai mencemari sungai dan membunuh ikan,” ujar Sahroni.
Kebakaran terjadi pukul 04.30 WIB, kata Kabid Pemadaman Damkar Tangsel, Omay Komarudin. Sebanyak 14 unit mobil pemadam diterjunkan, termasuk bantuan BSD. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir Rp2 miliar.








