Harga Plastik Melonjak Gila-Gilaan, Dampak Perang Timur Tengah Mulai Terasa!

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Kenaikan harga plastik belakangan ini memicu kekhawatiran di berbagai sektor industri. Di balik lonjakan tersebut, tersimpan dampak besar dari konflik global yang mulai merembet ke rantai pasok Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik tidak lepas dari konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia menjelaskan bahwa bahan baku utama plastik, yakni nafta, masih sangat bergantung pada impor dari kawasan tersebut.

“Jadi ini bagian dari dampak dari perang ya. Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah nafta. Nafta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah,” ucap Budi dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mulai mengalihkan fokus pencarian pasokan ke negara lain. Namun, proses ini tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan penyesuaian logistik dan kerja sama baru.

“Nah, apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika. Memang ini butuh waktu ya, karena kan tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan Indonesia di luar negeri, guna memperluas jaringan pemasok.

“Kita juga berkomunikasi dengan perwakilan kita di luar negeri untuk mencarikan supplier-supplier baru yang bisa memasok ke Indonesia. Karena ini kan tidak terjadi di Indonesia saja,” pungkasnya.

Lonjakan harga plastik menjadi pengingat bahwa gejolak global bisa berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Ketahanan pasokan kini jadi kunci agar industri dalam negeri tetap stabil di tengah situasi dunia yang tak menentu.

Sumber Berita: lambeturah.co.id

Berita Terkait

Sinar Mas Land Gandeng Kemenekraf, KEK ETKI Banten Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan Bergengsi di IPBA 2026
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:37 WIB

Sinar Mas Land Gandeng Kemenekraf, KEK ETKI Banten Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Senin, 14 September 2026 - 21:00 WIB

Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan Bergengsi di IPBA 2026

Senin, 14 September 2026 - 10:14 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Kamis, 10 September 2026 - 16:49 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 16:13 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terbaru

Info Banten

Tukin ASN Banten Dipangkas Jadi 13 Bulan, Bagaimana Nasib PPPK?

Selasa, 22 Sep 2026 - 09:31 WIB