HARIAN BANTEN – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (4/4/2026) memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Dampaknya, ratusan kepala keluarga harus menghadapi genangan air hingga kerusakan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Banjir melanda sejumlah titik di wilayah Pamulang dengan ketinggian air bervariasi. Di Komplek MA Pamulang Timur, air menggenang setinggi 20–40 cm dan berdampak pada 90 KK. Sementara itu, kawasan BPI RW 04 Pamulang Timur mengalami genangan hingga 30–90 cm dengan 300 KK terdampak, dan kondisi hingga Sabtu sore masih belum surut.
“Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekitar pukul 14.45 hingga pukul 17.20 WIB, sejumlah titik masih tergenang air maupun terdampak longsor.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di wilayah lain seperti Perum BPI Blok F Pamulang Barat, banjir setinggi 40 cm berdampak pada 100 KK. Bahkan di Jalan Ketapang dan Akasia, ketinggian air mencapai hingga 100 cm. Sejumlah kawasan lain seperti Lembah Pinus, Griya Jakarta 2, hingga Serpong juga mengalami genangan dengan ratusan warga terdampak dan kondisi masih berlangsung hingga saat ini.
“Warga yang terdampak sebanyak 300 kepala keluarga (KK) dan kondisi di lokasi hingga saat ini masih tergenang air.”
Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di beberapa titik terutama di Kecamatan Setu dan sekitarnya. Longsor di Jalan Sengkol dan Kampung Sengkol menyebabkan kerusakan akses jalan serta tembok rumah warga. Bahkan di beberapa lokasi lain seperti Keranggan dan Buaran, longsor mengganggu aktivitas warga dan merusak bagian rumah.
“Longsor berdampak pada akses jalan warga serta merusak beberapa bagian rumah di sejumlah titik.”
Hingga kini, kondisi banjir dan longsor di Tangerang Selatan masih dalam pemantauan pihak berwenang. Warga diimbau tetap waspada karena potensi bencana susulan masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Sumber Berita: halobanten.com







