Paradoks Banten Terbongkar! Industri Maju, Desa Justru Makin Miskin

- Pewarta

Jumat, 24 April 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Di balik citra sebagai kawasan industri strategis, Provinsi Banten justru dituding menyimpan ironi besar—pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi rakyat kecil masih bergulat dengan kemiskinan yang tak kunjung usai.

Aksi unjuk rasa yang digelar Komunitas Soedirman 30 (KMS 30) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (23/4), menjadi sorotan publik. Koordinator umum aksi, Bento, menilai pembangunan di Banten selama ini tidak menyentuh akar persoalan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi yang sering dibanggakan pemerintah tidak bersifat inklusif dan justru memperlebar ketimpangan antarwilayah.

“Banten ini kaya secara teori, tapi realitasnya masyarakat tetap sengsara. Ada ketimpangan yang sangat nyata antara wilayah Utara dan Selatan. Saat kemiskinan di kota turun, kemiskinan di desa justru naik menjadi 6,27 persen. Ini membuktikan pembangunan kita salah arah,” katanya di sela-sela aksi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bento juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS per September 2025, garis kemiskinan di Banten mencapai Rp715.288 per kapita per bulan. Ia menyoroti beban kebutuhan pangan yang mendominasi hingga 73,35 persen sebagai indikator kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Ketimpangan mencolok terlihat antara wilayah industri seperti Tangerang Raya dengan daerah seperti Pandeglang dan Lebak.

“Industrialisasi di Banten selama ini tidak inklusif. Banyak pabrik besar, tapi pengangguran lokal tetap tinggi karena adanya ketidaksesuaian keterampilan. Rakyat lokal akhirnya hanya jadi penonton di tanah sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, KMS 30 turut menyoroti struktur APBD Banten 2026 yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Dari total Rp10,14 triliun, sebagian besar anggaran terserap untuk belanja birokrasi, sementara pembangunan langsung untuk masyarakat dinilai minim.

“Mayoritas anggaran habis untuk membiayai birokrasi, bukan untuk rakyat. Ini ironis. Di saat petani susah pupuk dan nelayan sulit solar, anggaran justru terserap untuk mempertahankan kenyamanan elit politik,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Banten, Andra Soni, dalam Musrenbang RKPD 2027 di KP3B, Kamis (23/4), menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penanganan kesenjangan pembangunan. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan ke depan akan difokuskan pada pemerataan.

“Hasil ini akan dirumuskan menjadi kesepakatan bersama dengan pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pihak lainnya,” katanya.

“Yang menjadi pembeda adalah indikator-indikatornya. Kita punya target khusus, salah satunya adalah penanganan disparitas (kesenjangan). Kita ingin pembangunan tidak hanya terpusat, tapi merata ke seluruh pelosok Banten,” ujarnya.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa angka pertumbuhan belum tentu mencerminkan kesejahteraan nyata. Kini, publik menanti apakah janji pemerataan benar-benar terwujud atau sekadar menjadi wacana berulang.

Sumber Berita: tangerangekspres.disway.id

Berita Terkait

2,7 Juta Anak Sudah Nikmati MBG, Ini Langkah Tegas Pemprov Banten
Aliran Kali Diubah Sejak 2011, Banjir Pondok Aren Terungkap Penyebabnya!
Nekat Jual Miras Terbuka, Toko di Karang Tengah Digulung! 400 Botol Diamankan
Pro-Kontra Memanas! Alih Fungsi Lahan Picu Aksi Ratusan Warga di Tigaraksa
Gulma Asing dari Australia Nyaris Masuk Indonesia, Ini Tindakan Tegas Karantina
DPRD Pandeglang Bongkar Potensi “Tersembunyi” Pajak Parkir Wisata, PAD Bisa Melejit!
391 Jamaah Berangkat, Menhaj Janjikan Layanan Terbaik di Tengah Kekhawatiran Timur Tengah
Aliran Kali Hilang, Mall Bintaro XChange Diduga Jadi Biang Banjir Pondok Aren!

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:25 WIB

Paradoks Banten Terbongkar! Industri Maju, Desa Justru Makin Miskin

Jumat, 24 April 2026 - 19:25 WIB

2,7 Juta Anak Sudah Nikmati MBG, Ini Langkah Tegas Pemprov Banten

Jumat, 24 April 2026 - 19:25 WIB

Aliran Kali Diubah Sejak 2011, Banjir Pondok Aren Terungkap Penyebabnya!

Kamis, 23 April 2026 - 13:09 WIB

Nekat Jual Miras Terbuka, Toko di Karang Tengah Digulung! 400 Botol Diamankan

Kamis, 23 April 2026 - 13:09 WIB

Pro-Kontra Memanas! Alih Fungsi Lahan Picu Aksi Ratusan Warga di Tigaraksa

Berita Terbaru

Info Banten

2,7 Juta Anak Sudah Nikmati MBG, Ini Langkah Tegas Pemprov Banten

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:25 WIB