Roblox Disorot Komdigi! Fitur Anak Masih Bisa Chat Orang Asing

- Pewarta

Rabu, 15 April 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Upaya pembaruan fitur pada gim Roblox rupanya belum cukup meyakinkan pemerintah. Meski sudah menghadirkan fitur khusus anak, celah berbahaya masih ditemukan.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa gim Roblox hingga kini belum memenuhi ketentuan dalam PP Tunas. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam konferensi pers di kantor Komdigi pada Selasa (14/6/2026). Menurutnya, meskipun Roblox telah melakukan sejumlah pembaruan termasuk menghadirkan fitur Roblox Kids, masih terdapat celah yang berpotensi membahayakan pengguna anak.

“Dan ini masih ada loophole yang kemarin sudah diumumkan ada fitur Roblox untuk kids, di mana kita masih menemukan bahwa adjustment tersebut masih membolehkan ada komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal,” kata Meutya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa proposal komitmen kepatuhan yang diajukan Roblox kepada pemerintah belum dapat disetujui. Pemerintah menilai langkah yang diambil Roblox belum sepenuhnya menjamin perlindungan anak di ruang digital, meski upaya perbaikan telah dilakukan dalam skala global.

“Sehingga dengan berat hati meskipun sudah melakukan adjustment yang cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa Roblox telah mematuhi. Jadi artinya kita tetap menilai bahwa ini belum ada kepatuhan terhadap PP Tunas,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan regulator bahwa keamanan anak di dunia digital masih memerlukan pengawasan ketat, meski platform telah melakukan berbagai pembaruan.

Sumber Berita: lambeturah.co.id

Berita Terkait

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Berita Terbaru