Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higienis Terancam Ditutup

- Pewarta

Kamis, 16 April 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Percepatan sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus digenjot. Pemerintah kini memasang target ambisius: seluruh SPPG wajib mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi sebelum Agustus 2026.

Progres penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menunjukkan peningkatan signifikan. Data Kementerian Kesehatan per 15 April 2026 mencatat sebanyak 13.576 SPPG telah mengantongi sertifikat, setara 52,37 persen dari total 25.925 SPPG yang beroperasi. Dari sisi pengajuan, capaian bahkan mencapai 81,39 persen dari 16.681 SPPG yang telah mendaftar.

“Alhamdulillah, saat saya masuk akhir September 2025, SLHS baru 39 SPPG. Sekarang sudah 25 ribu lebih,” ujar Nanik Sudaryati Deyang di Jakarta, Kamis (16/4).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nanik menegaskan target percepatan terus dikejar. Seluruh SPPG diminta segera mendaftar paling lambat Juni, dan wajib sudah mengantongi SLHS pada Agustus 2026.

“Target saya, bulan Juni semua SPPG sudah mendaftar dan bulan Agustus seluruh SPPG sudah ber-SLHS,” tegasnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, pihaknya mendorong kolaborasi lintas kementerian, termasuk dengan Kemenkes dan Kemendagri, agar proses pengajuan dan penerbitan sertifikat di daerah berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan persyaratan.

“Saya sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG terus mendorong Kemenkes dan Kemendagri untuk membantu mempercepat proses SLHS, namun tetap harus mengacu pada persyaratan-persyaratan yang wajib dipenuhi oleh SPPG,” tuturnya.

Sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik juga menegaskan langkah tegas akan diambil terhadap SPPG yang belum patuh secara administratif, termasuk potensi penghentian operasional sementara.

“Untuk SPPG yang belum mendaftar SLHS, kami akan instruksikan dilakukan suspensi atau penghentian sementara operasional,” tegasnya.

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya mengejar kuantitas layanan gizi, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan demi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh.

Sumber Berita: inilah.com

Berita Terkait

49 Siswa Cilegon Diduga Keracunan MBG, Dapur Langsung Ditutup!
Kemendagri Usul Denda e-KTP Hilang, DPR Langsung Bahas!
MUI Bongkar Akar Masalah Kasus FH UI, Soroti Pengaruh Pornografi
Instruksi Presiden Terbit, Bulog Tegaskan Peran Kunci di Rantai Pangan
Aroma ‘Titipan’ Menguat, HP Pimpinan KPK Diminta Dibuka di Kasus Haji
Tragis! Pencuri Motor Tewas Dihakimi Massa di Jaksel, Ini Kronologinya
Mulai 1 Juli 2026, RI Stop Impor Solar! B50 Jadi Senjata Baru Energi Nasional
Harga LPG 12 Kg Naik Tajam! Ini Alasan Pertamina yang Bikin Kaget
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:31 WIB

49 Siswa Cilegon Diduga Keracunan MBG, Dapur Langsung Ditutup!

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

Instruksi Presiden Terbit, Bulog Tegaskan Peran Kunci di Rantai Pangan

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

MUI Bongkar Akar Masalah Kasus FH UI, Soroti Pengaruh Pornografi

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

Aroma ‘Titipan’ Menguat, HP Pimpinan KPK Diminta Dibuka di Kasus Haji

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

Tragis! Pencuri Motor Tewas Dihakimi Massa di Jaksel, Ini Kronologinya

Berita Terbaru

Info Banten

DPW PKB Banten Sukses Gelar UKK 1, Diikuti 38 Peserta

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:19 WIB

Nasional

49 Siswa Cilegon Diduga Keracunan MBG, Dapur Langsung Ditutup!

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:31 WIB

Info Banten

Warga Tangerang Tewas Setelah Epilepsi Mendadak Kambuh

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:31 WIB