Harga LPG 12 Kg Naik Tajam! Ini Alasan Pertamina yang Bikin Kaget

- Pewarta

Senin, 20 April 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Kenaikan harga LPG kembali terjadi dan langsung berdampak ke masyarakat. Pertamina resmi menyesuaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg, memicu perhatian luas karena lonjakannya cukup signifikan di berbagai wilayah.

PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, menetapkan penyesuaian harga LPG nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diambil setelah melalui koordinasi dengan pemerintah serta berbagai pihak terkait.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa LPG nonsubsidi tidak termasuk dalam skema Public Service Obligation (PSO) seperti LPG 3 kg. Oleh karena itu, harga produk ini mengikuti mekanisme pasar dan pertimbangan keekonomian.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“LPG non PSO ini prinsipnya sama dengan BBM non PSO (non subsidi). Jadi dipengaruhi dan mengacu pada harga pasar juga,” jelas Roberth kepada Liputan6.com, Senin (20/4/2026).

“Karena komoditi non PSO sifatnya adalah keekonomian dan mekanismenya adalah pure business, maka penyesuaian harga dilakukan,” ungkap dia.

Di wilayah DKI Jakarta, harga LPG 5,5 kg kini naik Rp 17 ribu menjadi Rp 107 ribu per tabung dari sebelumnya Rp 90 ribu. Sementara itu, LPG 12 kg mengalami kenaikan Rp 36 ribu menjadi Rp 228 ribu dari harga sebelumnya Rp 192 ribu per tabung. Kenaikan serupa juga terjadi di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk kawasan Indonesia Timur, harga tercatat lebih tinggi. Di Ambon dan Jayapura, LPG 5,5 kg kini mencapai Rp 134 ribu per tabung, naik dari Rp 117 ribu. Sedangkan LPG 12 kg meningkat menjadi Rp 285 ribu dari sebelumnya Rp 249 ribu per tabung.

Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini menjadi pengingat bahwa fluktuasi energi sangat dipengaruhi pasar global. Masyarakat pun dihadapkan pada pilihan untuk beradaptasi dengan perubahan atau mencari alternatif penghematan.

Sumber Berita: liputan6.com

Berita Terkait

Warga Serpong Lagoon Minta Dilibatkan Dalam Proses Peralihan Pengelolaan Air ke Perseroda PITS
Pengelola WTP Serpong Lagoon Bersedia Penuhi Tuntutan Kompensasi Warga
Parkir di Trotoar Hingga Bahu Jalan, 71 Kendaraan Ditindak Dishub Tangsel
Pembangunan Venue Untuk Porprov Capai 80 Persen, Sejumlah Cabor Digelar di Luar Tangsel
Pria Berjaket Ojol Begal Payudara Wanita di Pondok Aren
Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Warga Serpong Lagoon Minta Dilibatkan Dalam Proses Peralihan Pengelolaan Air ke Perseroda PITS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Pengelola WTP Serpong Lagoon Bersedia Penuhi Tuntutan Kompensasi Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Parkir di Trotoar Hingga Bahu Jalan, 71 Kendaraan Ditindak Dishub Tangsel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Pembangunan Venue Untuk Porprov Capai 80 Persen, Sejumlah Cabor Digelar di Luar Tangsel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pria Berjaket Ojol Begal Payudara Wanita di Pondok Aren

Berita Terbaru