Kepercayaan warga Kecamatan Waringinkurung, Serang, runtuh seketika setelah kedok asli seorang guru pencak silat berinisial MY (54) terbongkar. Bukannya mengajarkan bela diri, ia justru menggunakan tameng “perintah leluhur” untuk menghancurkan masa depan belasan anak di bawah umur.
Aksi bejat MY yang telah berlangsung sejak Mei 2023 hingga April 2026 ini akhirnya dihentikan oleh Ditreskrimum Polda Banten. Pelaku memanfaatkan posisinya sebagai tokoh yang dihormati untuk memanipulasi 11 siswanya melalui berbagai ritual mistis mulai dari pembersihan aura hingga pijat pengobatan yang mewajibkan korban melepas pakaian.
Kasus ini semakin mengerikan ketika terungkap bahwa salah satu korban sempat hamil. Alih-alih bertanggung jawab, MY justru mengajak istrinya, SM, untuk melakukan tindakan aborsi ilegal demi menutupi aib mereka. Janin malang tersebut ditemukan polisi terkubur di area sekitar kediaman tersangka sebagai bukti nyata kekejian pasangan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kasus ini telah berlangsung selama hampir tiga tahun, terhitung sejak Mei 2023 hingga April 2026 di Kecamatan Waringinkurung,” kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy dalam keterangannya, Senin (20/4).
“Tersangka MY bersama istrinya SM, melakukan tindakan aborsi pada tahun 2024 untuk menutupi kejahatannya. Mereka menggunakan obat-obatan serta tindakan fisik, kemudian menguburkan janin tersebut di sekitar rumah tersangka,” tutur Irene.
“Hingga saat ini, tercatat terdapat 11 anak di bawah umur (status pelajar) yang menjadi korban. Banyak di antaranya mengalami trauma psikologis yang mendalam,” ujarnya.
“Polda Banten menegaskan komitmennya untuk menindak tegas kejahatan terhadap anak, terutama yang menggunakan modus manipulasi kepercayaan dan praktik spiritual,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua untuk tidak mudah percaya pada kedok spiritual yang tidak masuk akal. Mari lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak kita agar ruang aman mereka tidak lagi dicederai oleh predator yang bersembunyi di balik jubah kehormatan.
Sumber Berita: cnnindonesia.com








