Siasat Licik Guru Silat Serang: Modus ‘Perintah Buyut’ Cabuli 11 Siswa hingga Aborsi

- Pewarta

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepercayaan warga Kecamatan Waringinkurung, Serang, runtuh seketika setelah kedok asli seorang guru pencak silat berinisial MY (54) terbongkar. Bukannya mengajarkan bela diri, ia justru menggunakan tameng “perintah leluhur” untuk menghancurkan masa depan belasan anak di bawah umur.

Aksi bejat MY yang telah berlangsung sejak Mei 2023 hingga April 2026 ini akhirnya dihentikan oleh Ditreskrimum Polda Banten. Pelaku memanfaatkan posisinya sebagai tokoh yang dihormati untuk memanipulasi 11 siswanya melalui berbagai ritual mistis mulai dari pembersihan aura hingga pijat pengobatan yang mewajibkan korban melepas pakaian.

Kasus ini semakin mengerikan ketika terungkap bahwa salah satu korban sempat hamil. Alih-alih bertanggung jawab, MY justru mengajak istrinya, SM, untuk melakukan tindakan aborsi ilegal demi menutupi aib mereka. Janin malang tersebut ditemukan polisi terkubur di area sekitar kediaman tersangka sebagai bukti nyata kekejian pasangan ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kasus ini telah berlangsung selama hampir tiga tahun, terhitung sejak Mei 2023 hingga April 2026 di Kecamatan Waringinkurung,” kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy dalam keterangannya, Senin (20/4).

“Tersangka MY bersama istrinya SM, melakukan tindakan aborsi pada tahun 2024 untuk menutupi kejahatannya. Mereka menggunakan obat-obatan serta tindakan fisik, kemudian menguburkan janin tersebut di sekitar rumah tersangka,” tutur Irene.

“Hingga saat ini, tercatat terdapat 11 anak di bawah umur (status pelajar) yang menjadi korban. Banyak di antaranya mengalami trauma psikologis yang mendalam,” ujarnya.

“Polda Banten menegaskan komitmennya untuk menindak tegas kejahatan terhadap anak, terutama yang menggunakan modus manipulasi kepercayaan dan praktik spiritual,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua untuk tidak mudah percaya pada kedok spiritual yang tidak masuk akal. Mari lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak kita agar ruang aman mereka tidak lagi dicederai oleh predator yang bersembunyi di balik jubah kehormatan.

Sumber Berita: cnnindonesia.com

Berita Terkait

Daya Tarik Ekonomi Banten Tak Terbendung, Ribuan Pendatang Berdatangan!
Sekolah Gratis di Banten Resmi Jalan! Andra Soni Bongkar Rahasia Efisiensi Anggaran
Air Capai 1,2 Meter! Ini Daftar Wilayah Tangerang yang Terendam Banjir
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Pemerintah Siapkan 5 Kampung Nelayan Modern di Tangerang, Ada Pabrik Es!
Takut Keracunan MBG? Pelajar Ini Jawab dengan Teknologi Canggih Berbasis AI

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

Siasat Licik Guru Silat Serang: Modus ‘Perintah Buyut’ Cabuli 11 Siswa hingga Aborsi

Senin, 20 April 2026 - 13:56 WIB

Sekolah Gratis di Banten Resmi Jalan! Andra Soni Bongkar Rahasia Efisiensi Anggaran

Senin, 20 April 2026 - 13:56 WIB

Air Capai 1,2 Meter! Ini Daftar Wilayah Tangerang yang Terendam Banjir

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!

Berita Terbaru