Aroma ‘Titipan’ Menguat, HP Pimpinan KPK Diminta Dibuka di Kasus Haji

- Pewarta

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isu dugaan intervensi dalam penanganan kasus korupsi kuota haji kembali memanas. Kali ini, desakan terbuka muncul agar komunikasi internal pimpinan KPK dibongkar demi mengungkap fakta yang tersembunyi.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman, meminta Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memeriksa komunikasi ponsel para pimpinan lembaga tersebut. Langkah ini dinilai penting guna menguji dugaan adanya intervensi dalam pengalihan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dalam kasus korupsi kuota haji 2023–2024. Menurut Boyamin, transparansi diperlukan untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar independen.

“Usulan saya kepada Dewas untuk meminta kesediaan handphone pimpinan KPK pada tanggal 16, 17, 18 sampai 22 itu diambil, dilihat chatting-nya dengan siapa saja dan isinya apa saja,” kata Boyamin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Boyamin menegaskan bahwa keterbukaan justru akan memperkuat posisi pimpinan KPK jika memang tidak ada tekanan dari pihak luar. Ia menyebut dugaan intervensi sebagai “puzzle” yang harus diurai oleh Dewas. Bahkan, ia menyinggung kasus pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi sebagai perbandingan situasi serupa. Selain itu, ia juga menyoroti perubahan sikap pimpinan KPK yang dinilai tidak konsisten dalam menangani perkara tersebut.

“Kalau mereka bersih, pasti menyediakan itu. Saya saja kalau diminta membuka handphone, saya berikan,” ujarnya.

“Ada pimpinan KPK yang awal-awal responsif, tapi seminggu sebelum Lebaran sangat tidak responsif terhadap urusan kasus korupsi haji,” kata Boyamin.

“(Yang dilaporkan ke Dewas KPK) semua Pimpinan, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, dan Juru Bicara,” tegas Boyamin.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi integritas KPK di mata publik. Transparansi dan keberanian membuka fakta dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan terhadap lembaga antirasuah tersebut.

Sumber Berita: inilah.com

Berita Terkait

Warga Serpong Lagoon Minta Dilibatkan Dalam Proses Peralihan Pengelolaan Air ke Perseroda PITS
Pengelola WTP Serpong Lagoon Bersedia Penuhi Tuntutan Kompensasi Warga
Parkir di Trotoar Hingga Bahu Jalan, 71 Kendaraan Ditindak Dishub Tangsel
Pembangunan Venue Untuk Porprov Capai 80 Persen, Sejumlah Cabor Digelar di Luar Tangsel
Pria Berjaket Ojol Begal Payudara Wanita di Pondok Aren
Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Warga Serpong Lagoon Minta Dilibatkan Dalam Proses Peralihan Pengelolaan Air ke Perseroda PITS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Pengelola WTP Serpong Lagoon Bersedia Penuhi Tuntutan Kompensasi Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Parkir di Trotoar Hingga Bahu Jalan, 71 Kendaraan Ditindak Dishub Tangsel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Pembangunan Venue Untuk Porprov Capai 80 Persen, Sejumlah Cabor Digelar di Luar Tangsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Berita Terbaru