Di tengah dorongan swasembada pangan nasional, peran Bulog kembali jadi sorotan. Bukan sebagai produsen, tapi sebagai “penyelamat” hasil panen petani agar tetap terserap dan terdistribusi ke seluruh negeri.
Perum Bulog menegaskan komitmennya sebagai penyerap utama hasil produksi pangan nasional. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin. Ia memastikan Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan.
“Kalau ditugaskan, kami Bulog siap mendukung tugas-tugas dari pemerintah,” kata Ahmad.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut muncul seiring kebijakan penguatan peran BUMN dalam sektor pangan, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam produksi komoditas strategis sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026. Namun Ahmad menegaskan, fokus utama Bulog tetap sebagai offtaker dalam rantai pasok pangan nasional.
“Ya offtaker, selaku offtaker dan mengolah serta menyalurkan (komoditas pangan strategis) kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tugas produksi bisa dijalankan oleh BUMN lain, sementara Bulog wajib menyerap hasil panen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Pembagian peran ini dinilai penting agar sistem pangan berjalan efisien dari hulu ke hilir.
“Kalau nanam mungkin ditugaskan ke yang lain, tapi kita wajib menyerap, sesuai dengan tugas Bulog itu adalah sebagai stabilisasi maupun untuk pendistribusian logistiknya,” ucap dia.
Bulog saat ini fokus pada komoditas strategis seperti padi, jagung, dan kedelai. Selain itu, lembaga ini juga mengelola Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar. Pemerintah menargetkan penguatan cadangan beras hingga 4 juta ton secara bertahap.
Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyerapan beras telah mencapai sekitar 48,7 persen atau sekitar 1,9 juta ton, dengan total stok mencapai 4,7 juta ton. Upaya ini juga diperkuat dengan subsidi bunga 2 persen untuk mendukung pembiayaan penyerapan.
Dengan peran sebagai penyerap dan distributor, Bulog menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pangan nasional. Keberhasilan strategi ini akan sangat menentukan stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat luas.
Sumber Berita: antaranews.com








