Takut Keracunan MBG? Pelajar Ini Jawab dengan Teknologi Canggih Berbasis AI

- Pewarta

Kamis, 16 April 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Kekhawatiran soal keamanan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai terjawab. Sejumlah pelajar asal Kabupaten Tangerang menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan yang siap meminimalkan risiko keracunan massal.

Sejumlah pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Tangerang, Banten, memperkenalkan inovasi teknologi sistem keamanan gizi berbasis kecerdasan buatan bernama Si Amanzi. Alat ini dipamerkan dalam ajang Perlombaan Teknologi Tepat Guna tingkat Kabupaten Tangerang yang digelar pemerintah daerah pada Rabu, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap program MBG.

“Maka dari itu, alat kita ini fokus untuk membantu program pemerintah terkait MBG seperti itu,” ujar Alwan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan Si Amanzi dilakukan selama kurang lebih empat bulan melalui riset mendalam, mulai dari studi jurnal ilmiah, observasi lapangan, hingga wawancara dengan penerima manfaat MBG dan tenaga pengajar. Sistem ini bekerja secara terintegrasi dengan teknologi conveyor yang dimulai dari proses sterilisasi wadah makan menggunakan sinar ultraviolet (UV).

“Alat ini bekerja melalui serangkaian tahapan pemeriksaan yang terintegrasi menggunakan conveyor. Tahap pertama dimulai dengan sterilisasi wadah makan atau ompreng MBG menggunakan sinar ultraviolet (UV),” katanya menjelaskan.

Setelah proses pengisian makanan, teknologi kamera berbasis AI akan menganalisis kualitas, kalori, dan kandungan gizi secara otomatis. Sistem ini juga dilengkapi sensor bau dan kelembapan untuk mendeteksi zat berbahaya seperti amonia dan metana.

“Selain itu, kita juga melengkapi dengan sensor bau dan kelembapan. Sensor bau ini mendeteksi zat amonia dan metana yang kalau zat itu ada di makanan, berarti enggak laik,” paparnya.

Hasil pemeriksaan kemudian dicetak dalam bentuk barcode yang ditempel pada setiap wadah makanan sebagai penanda kelayakan konsumsi. Meski tingkat akurasi masih sekitar 70 persen, teknologi ini dinilai mampu menekan potensi risiko keracunan.

“Realistisnya 70 persen akurat, tapi setidaknya bisa meminimalisir risiko keracunan dari makanan yang tidak laik konsumsi,” kata dia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut positif inovasi tersebut dan menilai ajang teknologi tepat guna sebagai wadah penting untuk melahirkan solusi kreatif dari masyarakat.

“Inovasi muncul dari event seperti ini karena kita bisa lihat ada inovasi teknologi di sektor pertanian, energi terbarukan, ada juga teknologi yang efisien di bidang septic tank,” katanya.

Ia berharap inovasi seperti Si Amanzi dapat dikembangkan lebih luas dan diproduksi secara massal agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara langsung.

“Tinggal sifat massalnya saja, mampu atau tidak kita menciptakan teknologi ini secara massal, tentu saja harus ada daya dukung oleh pihak lain seperti perusahaan besar sebagai pemodal,” kata dia.

Inovasi Si Amanzi menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana teknologi ini bisa dikembangkan lebih luas demi keamanan pangan masyarakat.

Sumber Berita: banten.antaranews.com

Berita Terkait

Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Pemerintah Siapkan 5 Kampung Nelayan Modern di Tangerang, Ada Pabrik Es!
25 Tahun Terabaikan! Jalan Nyikambang Cilegon Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini
Gudang Gas Oplosan Digerebek! Polda Banten Bongkar Praktik Curang LPG 3 Kg di Lebak
Kasasi Dikabulkan! Status Lahan Situ Ranca Gede Berbalik, Fakta Lapangan Bikin Bingung
WN Inggris Ngamuk di Ciputat, Bawa Sajam & Ternyata Overstay 174 Hari!
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Pemerintah Siapkan 5 Kampung Nelayan Modern di Tangerang, Ada Pabrik Es!

Kamis, 16 April 2026 - 15:50 WIB

Takut Keracunan MBG? Pelajar Ini Jawab dengan Teknologi Canggih Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026 - 10:39 WIB

25 Tahun Terabaikan! Jalan Nyikambang Cilegon Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini

Berita Terbaru