HARIANBANTEN.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan belum menemukan adanya kasus hantavirus di Tangsel. Meski demikian masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar mengatakan, proses pemantauan sendiri rutin dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans Penyakit Infeksi Emerging.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hingga saat ini belum ditemukan kasus virus hanta di Kota Tangerang Selatan,” kata Alin ketika dikonfirmasi, Jumat, 15 Mei 2026.
Alin menjelaskan, penyakit virus hanta merupakan penyakit zoonotikemerging yang disebabkan oleh Orthohantavirus.
Baca Juga:
Ibu Dibegal Usai Antar Anak Sekolah di Serpong, Tangan Disayat Celurit hingga Berlumuran Darah
Kemenhum Banten dan LLDIKTI IV Teken Kerjasama, Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual Akademisi
Lancia Consult Raih Great Place To Work® Certification™ di Empat Negara
Penyakit tersebut ditularkan dari reservoir seperti tikus dan celurut melalui cairan tubuh seperti urin, feses, saliva, maupun debu yang terkontaminasi.
Secara klinis, ia menjelaskan, penyakit ini dapat menimbulkan dua bentuk utama, yaitu Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat.
Baca Juga:
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
Di Indonesia, kasus virus hanta tipe HFRS telah dilaporkan di beberapa provinsi sejak tahun 2024 hingga 2026, sementara untuk tipe HPS belum pernah dilaporkan, namun tetap berpotensi terjadi sebagai kasus importasi.
Alin minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari potensi terjangkit penyakit tersebut dengan cara menjaga kebersihan dan menghindari kontak dari tikus maupun celurut.
“Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut beserta kotorannya, menutup akses masuk hewan pengerat kedalam rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan metode pel basah apabila ditemukan jejak keberadaan tikus,” tuturnya.
Baca Juga:
Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Pastikan Pelayanan Terus Dipantau
Bus Trayek Terminal Pondok Cabe-Alam Sutera Akan Segera Uji Coba di Tangsel
Selain itu, masyarakat diimbau menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup, menghindari paparan sumber infeksi termasuk saat beraktivitas di alam terbuka, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit virus hanta.
“Bagi pelaku perjalanan luar negeri, diharapkan mematuhi imbauan kesehatan di negara tujuan dan mengikuti informasi resmi melalui kanal Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.










