Jalur Selat Hormuz Terganggu, Pupuk Dunia Terancam—Ini Kabar dari Wamentan!

- Pewarta

Kamis, 16 April 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran global, terutama pada pasokan pupuk dunia. Namun, bagaimana dampaknya bagi Indonesia?

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa terganggunya jalur Selat Hormuz berdampak pada distribusi pupuk global. Meski demikian, ia menegaskan Indonesia berada dalam kondisi relatif aman karena produksi urea berbasis gas alam dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan petani tanpa ketergantungan besar pada impor.

“Jadi untuk kebutuhan pupuk kita, para petani kita, jutaan petani kita yang membutuhkan pupuk dan pupuk subsidi ini aman dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun,” ujar Sudaryono di Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk bahan lain seperti fosfat dan kalium, pemerintah telah mengantisipasi dengan strategi diversifikasi impor dari berbagai negara. Dengan total produksi pupuk mencapai sekitar 14,5 juta ton, pemerintah optimistis kebutuhan nasional tetap terpenuhi di tengah tekanan global.

“(Produksi) kita cukup. Total kebutuhan pupuk urea (secara nasional sekitar) 6,8 juta ton,” ungkap Sudaryono.

Di sisi lain, tingginya penyerapan pupuk oleh petani menjadi indikator meningkatnya aktivitas tanam nasional. Meski sempat terjadi jeda distribusi akibat lonjakan permintaan, ketersediaan pupuk secara umum tetap aman dan terkendali.

“Jadi kalau misalnya ada petani nyari pupuk di kios barangkali belum ada, tunggu 1-2 hari insya Allah nanti barang itu akan ada. Jadi bukan pupuknya nggak ada, pupuknya ada, tersedia dan cukup. Saya pastikan itu. Hanya ini karena distribusi ini jadi kejar-kejaran antara produksi dan kebutuhan pupuk,” jelasnya.

Pemerintah juga terus memantau kebutuhan pupuk berdasarkan data tanam nasional yang dihimpun oleh penyuluh pertanian di berbagai daerah guna menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi.

“Ini sinyal yang positif. Kenapa? Artinya petani kita menebus pupuk berarti banyak nanam. Jadi kalau banyak nebus pupuk itu artinya banyak nanam,” tambah Sudaryono.

Dengan ketahanan produksi dalam negeri dan strategi distribusi yang terus dipantau, Indonesia menunjukkan kesiapan menghadapi gejolak global sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian nasional.

Sumber Berita: inilah.com

Berita Terkait

Minyak Jatuh di Bawah USD 100, Donald Trump Desak Hormuz Dibuka!
Misteri 2 Kargo Minyak Putar Haluan, Nama Riza Chalid Kembali Diseret!
90% Siap Berangkat! Jamaah Haji Lebak Tinggal Tunggu Momen Ini
Pidato Trump Picu Ketegangan, Harga Minyak Tembus USD 111 per Barel
Selat Hormuz Memanas, Sekutu Barat Tinggalkan Trump Sendiri!
Avtur Naik 80%! DPR Warning Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Bernasib Seperti Vietnam
Gak Nyangka! Lisa BLACKPINK Pilih Pintu Air 10 Tangerang Jadi Lokasi Syuting Film Terbaru
Gak Nyangka! Lisa BLACKPINK Pilih Pintu Air 10 Tangerang Jadi Lokasi Syuting Film Terbaru

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 10:39 WIB

Jalur Selat Hormuz Terganggu, Pupuk Dunia Terancam—Ini Kabar dari Wamentan!

Sabtu, 11 April 2026 - 13:19 WIB

Minyak Jatuh di Bawah USD 100, Donald Trump Desak Hormuz Dibuka!

Senin, 6 April 2026 - 17:43 WIB

Misteri 2 Kargo Minyak Putar Haluan, Nama Riza Chalid Kembali Diseret!

Senin, 6 April 2026 - 17:43 WIB

90% Siap Berangkat! Jamaah Haji Lebak Tinggal Tunggu Momen Ini

Sabtu, 4 April 2026 - 20:36 WIB

Pidato Trump Picu Ketegangan, Harga Minyak Tembus USD 111 per Barel

Berita Terbaru

Info Banten

DPW PKB Banten Sukses Gelar UKK 1, Diikuti 38 Peserta

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:19 WIB

Nasional

49 Siswa Cilegon Diduga Keracunan MBG, Dapur Langsung Ditutup!

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:31 WIB

Info Banten

Warga Tangerang Tewas Setelah Epilepsi Mendadak Kambuh

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:31 WIB