Banten dan DKI Perkuat Kolaborasi Tangani Banjir dan Sampah

- Pewarta

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat memperkuat kerja sama dalam menangani persoalan banjir dan pengelolaan sampah di kawasan aglomerasi Tangerang Raya dan Jakarta.

Kesepakatan tersebut disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Andra turut didampingi Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Mereka menilai persoalan banjir di Tangerang Raya membutuhkan penanganan bersama antarwilayah, sehingga tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemprov Banten.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Andra, hubungan antara Banten dan DKI Jakarta memiliki keterkaitan yang kuat sehingga kolaborasi antardaerah harus terus ditingkatkan demi mengatasi persoalan lintas wilayah.

Salah satu langkah yang disepakati ialah pembangunan tandon air sebagai infrastruktur pengendali banjir. Selain berfungsi menampung debit air hujan, tandon tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi masyarakat.

Di sektor pengelolaan sampah, wilayah Tangerang Raya juga berkomitmen mengembangkan pengolahan sampah mandiri berbasis energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sesuai arahan pemerintah pusat. Sementara sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi dengan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Maesyal Rasyid mengungkapkan pertemuan lintas provinsi tersebut turut membahas pemanfaatan aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Kawasan itu direncanakan untuk mendukung pembangunan permukiman, area pertanian, hingga tandon pengendali banjir.

Ia menjelaskan, dari keseluruhan lahan yang tersedia, baru sekitar 1,4 hektare yang digunakan untuk fasilitas lembaga pemasyarakatan. Sisanya direncanakan dimanfaatkan untuk kawasan pertanian dan tandon seluas 38 hektare, serta permukiman sekitar 47 hektare.

Berita Terkait

Ibu Dibegal Usai Antar Anak Sekolah di Serpong, Tangan Disayat Celurit hingga Berlumuran Darah
Kemenhum Banten dan LLDIKTI IV Teken Kerjasama, Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual Akademisi
Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Pastikan Pelayanan Terus Dipantau
Bus Trayek Terminal Pondok Cabe-Alam Sutera Akan Segera Uji Coba di Tangsel
Maria Teresa Bagikan 2500 Buku Ke Sekolah di Tangsel
Ibu di Ciputat Kena Hipnotis, Kalung Emas Seharga Rp15 Juta Dibawa Kabur Pelaku
Emas 22 Kg Senilai Rp60 Miliar Diselundupkan Lewat Bandara Soetta Tangerang
Sinar Mas Land Raih Empat Penghargaan Golden Property Awards People’s Choice 2026

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Ibu Dibegal Usai Antar Anak Sekolah di Serpong, Tangan Disayat Celurit hingga Berlumuran Darah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Kemenhum Banten dan LLDIKTI IV Teken Kerjasama, Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual Akademisi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Pastikan Pelayanan Terus Dipantau

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Bus Trayek Terminal Pondok Cabe-Alam Sutera Akan Segera Uji Coba di Tangsel

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Maria Teresa Bagikan 2500 Buku Ke Sekolah di Tangsel

Berita Terbaru