Stick Cone Rawa Buntu Tuai Protes, Dishub Tangsel Klaim Justru Bikin Lalu Lintas Lebih Lancar

- Pewarta

Senin, 13 Juli 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara mengenai pemasangan stick cone atau pembatas jalan di putaran balik jalan Raya Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, yang dinilai menjadi pemicu kemacetan.

 

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena mengatakan, pemasangan stick cone ditujukan untuk mengurangi penyebab kemacetan khususnya di akses keluar masuk Stasiun Rawa Buntu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Pemasangan stick cone dilakukan dalam rangka rekayasa lalu lintas yang merupakan skenario untuk mengurangi titik konflik arus crossing dari U-Turn pintar menuju akses keluar masuk Stasiun Rawa Buntu,” kata Martha kepada HarianBanten, Senin, 13 Juli 2026.

 

Ia mengungkapkan, pembatas jalan itu terbentang kurang lebih sepanjang 150 meter dan akan terpasang secara permanen.

 

Sementara pengendara dari arah ITC BSD yang ingin masuk dalam Stasiun dihimbau untuk memutar balik di u-turn terlindung depan perumahan De Latinos.

 

“Pemasangan stick cone dilakukan secara permanen,” ungkapnya,

 

Ia mengklaim dengan terpasangnya stick cone itu arus lalu lintas pada jam sibuk antara pukul 06.00 WIB sampai 08.30 WIB menjadi lebih terurai.

 

Meski demikian ia tak menampik bahwa kondisi lalu lintas di luar jam tersebut masih terjadi kemacetan.

 

“Tetapi kondisi di luar jam sibuk pagi masih terjadi kepadatan arus,” terangnya.

 

Oleh karena itu, Dishub Tangsel bersama pihak Kepolisian akan melakukan evaluasi secara bertahap terhadap pemasangan pembatas tersebut.

 

“Kondisi ini akan terus dilakukan evaluasi oleh Dishub bersama kepolisian yang terus berupaya melakukan pengaturan lalu lintas dan pengurangan hambatan samping di sekitar Stasiun,” tuturnya.

 

“Evaluasi tersebut dilakukan continue dalam waktu seminggu ini untuk menilai keefektifannya,” pungkasnya.

Berita Terkait

200 Guru di Tangsel Ikut Pelatihan PP TUNAS, Ini Langkah Sinar Mas Land dan Komdigi Lindungi Anak di Era Digital
Pabrik Uang Palsu Digerebek di Tangsel, Puluhan Juta Uang Palsu Siap Edar Disita
Gegara Bakar Sampah, Gudang di Serpong Utara Hangus Dilahap Si Jago Merah
Hari Pertama Masuk Sekolah, Sebagian Sekolah di Tangsel Belum Kembali Terima Makan Bergizi Gratis
Pemasangan Stick Cone di Rawa Buntu Dinilai Bikin Lalu Lintas Jadi Lebih Macet
Cilalung Diselimuti Bau Kandang Ayam, Warga Mengaku Tak Betah dan Khawatir Penyakit
BPBD Ungkap Seluruh Wilayah Tangsel Masuk Peta Potensi Kekeringan, Setu Paling Rawan
Dampak Fenomena El Nino Godzila, Kekeringan di Tangsel Berpotensi Meluas

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:37 WIB

200 Guru di Tangsel Ikut Pelatihan PP TUNAS, Ini Langkah Sinar Mas Land dan Komdigi Lindungi Anak di Era Digital

Senin, 13 Juli 2026 - 19:51 WIB

Pabrik Uang Palsu Digerebek di Tangsel, Puluhan Juta Uang Palsu Siap Edar Disita

Senin, 13 Juli 2026 - 15:32 WIB

Gegara Bakar Sampah, Gudang di Serpong Utara Hangus Dilahap Si Jago Merah

Senin, 13 Juli 2026 - 14:56 WIB

Hari Pertama Masuk Sekolah, Sebagian Sekolah di Tangsel Belum Kembali Terima Makan Bergizi Gratis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:12 WIB

Stick Cone Rawa Buntu Tuai Protes, Dishub Tangsel Klaim Justru Bikin Lalu Lintas Lebih Lancar

Berita Terbaru