HARIANBANTEN – Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan pentingnya data akurat dan mutakhir dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran. Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi masyarakat bisa terjadi cepat, sehingga data lama berisiko membuat bantuan tidak sampai kepada yang membutuhkan.
“Kita tidak ingin bantuan sosial salah sasaran. Data harus selalu diperbarui dan akurat, supaya setiap rupiah yang keluar benar-benar bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Andra Soni saat memimpin rapat koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) se-Banten, Selasa (11/2/2026).
Instruksi gubernur ini menekankan agar Dinsos provinsi dan kabupaten/kota melakukan pembaruan data secara rutin, termasuk validasi lapangan dan pengecekan identitas warga. Selain itu, Andra Soni mendorong agar program bansos diiringi pemberdayaan ekonomi penerima, melalui pelatihan keterampilan atau dukungan usaha mikro, sehingga masyarakat bisa mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinsos Banten, Dadan Hindayana, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung arahan gubernur. “Kami siap memperbarui data dan memastikan setiap penerima manfaat sesuai kriteria. Selain itu, program pemberdayaan akan kami tingkatkan, agar bantuan sosial berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat memperkuat data tunggal sosial-ekonomi, sehingga distribusi bansos lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran. Dengan strategi ini, Banten diharapkan menjadi contoh provinsi yang menyalurkan bantuan sosial dengan akurat, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.








