Eks Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun, Terbukti Terima Suap Rp2,5 Miliar!

- Pewarta

Jumat, 10 April 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Kasus korupsi di sektor kehutanan kembali mencuat. Mantan Direktur Utama PT Inhutani V harus menerima kenyataan pahit setelah majelis hakim menjatuhkan vonis penjara atas keterlibatannya dalam praktik suap miliaran rupiah.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Dicky Yuana Rady dalam sidang yang digelar Kamis, 9 April 2026. Ia dinyatakan bersalah karena menerima suap terkait kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap,” ujar Hakim Ketua Teddy Windiartono.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertimbangannya, hakim mengungkap bahwa Dicky menerima uang sebesar 199.000 dolar Singapura atau sekitar Rp2,5 miliar dari pihak PT Paramitra Mulia Langgeng melalui Djunaidi Nur dan Aditya Simaputra. Uang tersebut diberikan untuk memuluskan kerja sama pemanfaatan kawasan hutan di register 42, 44, dan 46 di Provinsi Lampung.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dijatuhi denda Rp200 juta dengan subsider 90 hari kurungan.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar 10.000 dolar Singapura. Jika tidak dibayarkan, hukuman tersebut akan diganti dengan satu tahun penjara.

“Keadaan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum serta bersifat sopan dan kooperatif selama persidangan,” ucap Hakim Ketua.

Hakim menjelaskan bahwa sebagian besar uang suap telah dikembalikan ke negara, sementara barang bukti berupa mobil Jeep Rubicon turut dirampas karena terkait dengan aliran dana suap. Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta hukuman 4 tahun 10 bulan penjara.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa praktik korupsi di sektor sumber daya alam masih menjadi tantangan serius. Integritas pejabat publik menjadi kunci agar pengelolaan kekayaan negara tidak disalahgunakan demi kepentingan pribadi.

Sumber Berita: inilah.com

Berita Terkait

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Berita Terbaru